Ancaman NKRI dalam Bingkai Demokrasi Kita

Rahmat Hidayat, SH Alumni UNISI (Mantan Ketum HmI Cab Tembilahan & Fungsionaris PB HMI Sekarang)

Menurut Marriem Webster dictionary Definisi Demokrasi adalah pemerintahan oleh rakyat, Bentuk pemerintahan yang mana kekuasaan tertinggi ada ditangan rakyat dan di pilih melalui sistem Pemilu yang bebas baik pemilihan langsung maupun perwakilan.

Demokrasi di yakini sebagai salah satu sistem tatanan ketatanegaraan yang Ideal, dalam penerapan pilar demokrasi tersebut adalah dalam bentuk lembaga yang disebut Trias Politica yaitu Legislatif, Eksekutif, dan Yudikatif ketiga lembaga ini saling mengawasi dan saling mengontrol berdasarkan prinsip check and balances.

Setelah Reformasi, Indonesia menjadi negara demokratis terbesar ketiga di dunia setelah India dan Amerika serikat bahkan Demokrasi Indonesia yang diakui dunia International belum berbanding lurus dengan kesejahteraan, Demokrasi menjadi sangat mahal, anggaran biaya besar serta kesantunan dan etika politik menipis.

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah harga mati dan harus menjadi seluruh komponen bangsa, Syarat NKRI dapat di pertahankan meliputi : 1), Pemerintah yang adil, 2), Pemerintah yang tegas dan 3) Pemerintah yang Wibawa. NKRI tanpa keadilan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia adalah NKRI Palsu, Dusta, Bertentangan dengan sumpah pemuda 1928, Melawan Pembukaan UUD 1945, dan menciderai cita cita perjuangan kemerdekaan 1945. 

Ancaman Demokrasi  Terhadap NKRI Semakin hari semakin Kompleks yang bisa membuat perpecahan kehidupan berbangsa dan bernegara ada beberapa contoh. 1. Perang tanpa batas toritorial (abstract): Information technology, Unsur SARA, HOAX,  Ideologi dan Terorisme.
2. Korupsi Berjamaah dilakukan pejabat negara (eksekutif dan legislatif)
3. Money Politik (transaksional) : "budaya wani piro". sehingga menjadi sebuah tradisi dalam pesta Demokrasi.

Syarat Ekonomi dikedepankan dalam  berdemokrasi Kenyang dulu baru ikut  berdemokrasi sehingga bisa  pertumbuhan ekonomi yang tinggi efeknya adalah untuk menghindari krisis ekonomi, 

Seperti teori Maslow : Di ibarat kaya dulu baru masuk dunia politik untuk aktualisasi diri . sehingga di sini lah politik tidak menjadi untuk mata pencarian.

Demokrasi dimasa Transisi atau Era Reformasi, Apakah demokrasi telah memberikan dampak ekonomi yang positif bagi golongan ekonomi bawah?

Maka dari itu Ada sebuah Harapan Besar dari generasi penerus Kepada bangsa ini di momentum pesta demokrasi yang bersejarah ini dimana dilaksanakan Pemilu serentak pada tanggal 17 April 2019 nanti menjadi catatan hari bersejarah bagi negeri ini  yaitu pemilihan legislatif dan eksekutif secara bersamaan.

Semoga saja NKRI mendapatkan Pemimpin yang memperkuat NKRI Pemimpin yang memiliki keteladanan kongkret, Pemimpin yang berjiwa Pluralis sejati (karena Indonesia sangat majemuk). bukan pemimpin yang pandai bersikap pura pura baik terhadap adat, suku, agama dan aliran politik, Pemimpin yang berani yaitu pemimpin yang bertindak berdasarkan data dan fakta dan bukan pemimpin yang pesolek. 

Pemimpin yang jujur, terbuka, dan hormat atas perbedaan. Pemimpin yang peduli nasib petani atau rakyat bawah, hal yang terpenting pemimpin NKRI kedepannya bisa membawa Indonesia Keluar dari Cengkaraman asing dan Kapitalisme. Harap penulis.

Penulis : Rahmat Hidayat, SH (Mantan Ketum HmI cabang Tembilahan & Fungsionaris PB HMI Sekarang)


[Ikuti RiauKarya.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar