Pencarian

Dari Santunan Jadi Usaha, BPJS Ketenagakerjaan Bantu Ahli Waris Bangkit dan Mandiri

Rabu, 29 Juli 2026 • 22:38:00 WIB
Dari Santunan Jadi Usaha, BPJS Ketenagakerjaan Bantu Ahli Waris Bangkit dan Mandiri
BPJS Ketenagakerjaan Cabang Rengat menggelar Program PEKA untuk membekali ahli waris peserta dengan motivasi dan keterampilan berwirausaha.

RENGAT – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Rengat terus memperkuat komitmennya untuk tidak hanya memberikan santunan kepada peserta dan ahli waris, tetapi juga mendorong mereka agar mampu bangkit secara ekonomi melalui program PEKA (Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat BPJS Ketenagakerjaan).

Program tersebut digelar di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Rengat, Rabu (29/7), dengan menghadirkan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Indragiri Hulu Ripkas Rachayufie Todima, S.STP., M.Si, pelaku usaha lokal Pisang King yang diwakili Ardi Ansyah, serta Mamagara Cake yang diwakili Mierti Sundari.

Kegiatan ini menjadi wadah pembekalan bagi penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan agar mampu mengembangkan usaha secara mandiri. Melalui kolaborasi dengan pelaku UMKM lokal, peserta memperoleh motivasi, berbagi pengalaman, hingga edukasi mengenai strategi membangun usaha yang berkelanjutan.

Program PEKA merupakan salah satu upaya BPJS Ketenagakerjaan dalam memastikan manfaat jaminan sosial tidak berhenti pada penyaluran santunan semata, tetapi juga menjadi titik awal bagi keluarga peserta untuk kembali mandiri secara ekonomi. Melalui program ini, penerima manfaat didorong memanfaatkan santunan secara produktif sehingga dapat menjadi modal usaha yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Indragiri Hulu, Ripkas Rachayufie Todima, mengapresiasi langkah BPJS Ketenagakerjaan yang tidak hanya memberikan perlindungan sosial, tetapi juga mendampingi penerima manfaat agar mampu bangkit dan berdaya secara ekonomi.
"Program seperti ini sangat positif karena tidak hanya membantu keluarga saat menghadapi musibah, tetapi juga membekali mereka agar memiliki kemampuan membangun usaha dan meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan," ujarnya.

Owner Pisang King, Ardi Ansyah, membagikan pengalaman membangun usaha dari skala kecil hingga berkembang menjadi usaha yang dikenal masyarakat. Menurutnya, keberhasilan usaha tidak ditentukan oleh besarnya modal, tetapi oleh kemauan untuk terus belajar, berinovasi, dan konsisten.

Sementara itu, pemilik Mamagara Cake, Mierti Sundari, mengajak para peserta untuk tidak ragu memulai usaha dari kemampuan yang dimiliki.
"Setiap usaha besar selalu dimulai dari langkah kecil. Yang terpenting adalah keberanian untuk memulai dan terus berusaha," katanya.

Di kesempatan lain, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Rengat, Muhammad Kurniawan, mengatakan Program PEKA merupakan bentuk kepedulian BPJS Ketenagakerjaan dalam memastikan keluarga peserta tetap memiliki harapan setelah menghadapi risiko.
"Kami ingin manfaat BPJS Ketenagakerjaan tidak berhenti pada penyerahan santunan. Melalui Program PEKA, kami mendorong penerima manfaat agar mampu mengelola dana yang diterima secara produktif, sehingga dapat membangun usaha, meningkatkan penghasilan, dan menjadi mandiri. Harapan kami, keluarga peserta tidak hanya bangkit dari musibah, tetapi juga memiliki masa depan ekonomi yang lebih baik," ujar Muhammad Kurniawan.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu dan pelaku UMKM lokal akan terus diperkuat agar semakin banyak penerima manfaat yang memperoleh pendampingan dan inspirasi dalam mengembangkan usaha.

Melalui Program PEKA, BPJS Ketenagakerjaan menegaskan bahwa perlindungan jaminan sosial tidak hanya memberikan rasa aman saat risiko terjadi, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi bagi keluarga peserta. Program ini diharapkan mampu melahirkan lebih banyak pelaku usaha baru yang mandiri, produktif, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.(*) 

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks