BAGAN JAWA – Guna mempererat silaturahmi dan memperkuat solidaritas antar aparatur kepenghuluan, Kepala Dusun (Kadus) bersama RT dan RW Kepenghuluan Bagan Jawa, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, resmi membentuk "Forum Komunikasi RT, RW, dan Dusun Bersatu Kepenghuluan Bagan Jawa". Pertemuan pembentukan ini dilaksanakan di Cafe Jawara, Jalan Pulau Baru, Bagan Jawa Pesisir, Kecamatan Bangko.
Pertemuan yang dimoderatori oleh Ahmad Badri (RT) ini bertujuan menyatukan visi para aparatur kepenghuluan agar tidak terpecah belah, terutama dalam menghadapi tindakan pergantian, sekaligus menegaskan agar wilayah RT/RW tidak diintervensi.
"Tujuan utama kita berkumpul adalah silaturahmi, mempererat hubungan antar RT, RW, dan Dusun. Kita harus bersatu, jangan mau diobrak-abrik. Jika ada persoalan, kita selesaikan melalui forum ini," ujar Ahmad Badri saat membuka acara, Minggu (12/04/2026).
Ahmad Badri juga menegaskan bahwa forum ini bertujuan menghormati komitmen Pj Penghulu dalam memperbaiki Bagan Jawa menjadi lebih baik, sekaligus menjadi wadah hukum yang melindungi anggota.
"Kita akan buat forum ini berbadan hukum. Kita juga menyediakan penasihat hukum jika ada masalah yang menimpa rekan-rekan RT/RW/Dusun," tambahnya.
Dalam pertemuan tersebut, dilakukan pemilihan pengurus forum, yang menghasilkan struktur sebagai berikut:
• Ketua: Irwanto (RT 24)
• Sekretaris: Muhammad Syarif (Kadus)
• Bendahara: Ahmad Badri (RT)
• Pelindung: Pj Penghulu Bagan Jawa Ade Suteba.
• Tim Penasehat: Andi Gunawan (RT 04), Nasrul (RW), Jupri.
Dalam sambutannya sebagai Ketua Terpilih, Irwanto menyampaikan komitmennya untuk membawa forum ini berjalan atas dasar musyawarah dan mufakat.
"Terima kasih atas amanahnya. Tanpa dukungan saudara-saudara, forum ini tidak akan sukses. Saya minta, jika ada unek-unek atau kesalahan, langsung sampaikan kepada saya, jangan dibicarakan di luar. Mari kita utamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi," tegas Irwanto.
Lebih lanjut, Irwanto menegaskan bahwa forum ini murni untuk sosial dan kemasyarakatan, serta tidak memiliki agenda politik terselubung.
"Saya tegaskan, saya tidak bercita-cita menjadi calon penghulu. Tidak ada unsur politis di forum ini. Masa bakti kita buat tiga tahun, dan kita fokus meningkatkan kekompakan, serta membantu masyarakat," tambahnya.
Salah satu program unggulan yang sudah berjalan selama tiga bulan dan akan digodok lebih intensif oleh forum ini adalah bantuan sosial. "Setiap bulan kita membantu 10 fakir miskin atau janda kurang mampu berupa bantuan beras 10 kg kepada empat RT secara bergiliran setiap bulannya," pungkas Irwanto.
Forum ini juga merencanakan pertemuan rutin setiap bulan untuk arisan dan membahas perkembangan wilayah, serta hadir memberikan dukungan (pelipur lara) jika ada aparatur RT/RW/Dusun yang tertimpa musibah atau sakit.
Dengan terbentuknya forum ini, diharapkan kekompakan antar aparatur di Kepenghuluan Bagan Jawa semakin kuat untuk menciptakan wilayah yang kondusif. (rif)

