Ada Wayang Kulit, Stadion Sekar Mawar Bak Lautan Manusia

Ribuan masyarakat rela berdesak-desakan berusaha mendekati dan menyalami Bupati Yopi saat pagelaran wayang kulit distadion Sekar Mawar

PASIR PENYU - Pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk dalam rangka penutupan Muharram di Stadion Sekar Mawar, Kecamatan Pasir Penyu, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Provinsi Riau, mampu menyedot ribuan penonton, Sabtu (21/10) malam. Stadion Kelurahan Sekar Mawar pun bak lautan manusia.

 

Wayang Kulit yang digelar oleh Ikatan Keluarga Jawa Riau (IKJR) Inhu ini menghadirkan dalang asal Lampung, Ki Joko Purwanto. Acara semakin meriah karena dihadiri Bupati Inhu, H Yopi Arianto.

 

Ketua IKJR Inhu, Agus Suprapto mengucapkan terima kasih atas kedatangan Yopi. Menurutnya, kehadiran Yopi sebagai kehormatan, karena selain bupati Yopi juga mengemban gelar Kanjeng Raden Tumenggung.

 

Gelar kebangsawanan itu disematkan kepada Yopi oleh Keraton Surakarta Hadiningrat pada pertengahan Juni 2012 lalu.

 

“Karena Mas Yopi itu adalah Kanjeng Raden Tumenggung, makanya kita keluarga besar harus patuh dan siap diperintah oleh beliau. Apapun yang diperintahkan Kanjeng Raden Tumenggung, kita harus bersatu,” ucap Agus.

 

Sementara itu, Yopi mengapresiasi pagelaran Wayang Kulit dapat terlaksana dengan baik. Menurutnya, acara tersebut bisa menjadi ajang mempererat tali persaudaraan antarsesama.

 

Orang nomor satu di Inhu itu pun angkat bicara ihwal tudingan pagelaran Wayang Kulit itu sebagai acara tandingan. Yopi menyesalkan tudingan tersebut. “Ini bukan acara tandingan,” tegas politisi muda Partai Golkar tersebut.

 

Yopi memberikan pernyataan itu karena sebelumnya ada tudingan bahwa acara tersebut sebagai tandingan. Tudingan itu muncul karena sebelumnya juga telah digelar acara serupa.

 

Yopi meminta masyarakat bijaksana dalam menyikapi tudingan tersebut. “Yang ribut itu hanya kelompok kecil. Masyarakat jangan ikut-ikutan, fokus saja kepada mencari nafkah keluarga,” tuturnya.

 

Pagelaran Wayang Kulit tersebut tak hanya ditonton warga satu kecamatan saja. Warga dari wilayah lain juga turut menikmati kepiawaian sang dalang.

 

“Kalau bisa acara ini diadakan tidak hanya sekali dalam setahun karena bisa mempererat tali silaturrahmi. Apalagi Pak Yopi itu memang rajin keliling desa, makanya kami tidak asing sama beliau,” unar Sumini, warga Ukui.

 

Sebelum pagelaran Wayang Kulit dimulai, Bupati Yopi melakukan penyerahan wayang secara simbolis kepada sang dalang, dilanjutkan penyerahan kue ke camat untuk dibagikan ke warga yang menyaksikan acara tersebut (ril)

 


[Ikuti RiauKarya.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar