MapalaSE-Riau Suarakan Deforestasi Di Indragiri Hulu 47 Ribu Hektare Hutan Hilang Sejak 2000 Bagian dari Kegiatan PURAMA PA RIAU 9

MapalaSE-Riau Suarakan Deforestasi Di Indragiri Hulu 47 Ribu Hektare Hutan Hilang Sejak 2000 Bagian dari Kegiatan PURAMA PA RIAU 9
Mapala SE Riau audiensi dengan bupati tentang deforestasi hutan

INHU - Sejumlah organisasi pencinta alam (Mapala) dari berbagai daerah di Riau menyampaikan keprihatinan mendalam atas deforestasi masif yang terjadi di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Mereka menyoroti hilangnya puluhan ribu hektare hutan alam akibat aktivitas industri kehutanan.

Pernyataan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan PURAMA PA RIAU 9 (Perhimpunan Unjuk Rasa Mahasiswa Pecinta Alam se-Riau ke-9), sebuah forum berkala yang mempertemukan Mapala se-Riau dalam aksi peduli lingkungan dan solidaritas lintas daerah.

Berdasarkan data Jikalahari tahun 2024, sebanyak 47.177 hektare hutan alam di Inhu hilang dalam konsesi perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) sejak tahun 2000. Jumlah tutupan hutan di Inhu menyusut drastis dari 451.000 hektare pada 2001 menjadi hanya 238.000 hektare pada 2022, atau penurunan lebih dari 47% dalam dua dekade. Laju deforestasi mencapai rata-rata 10.000 hektare per tahun.

Isu ini disampaikan dalam audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Inhu pada tanggal 3 Juli 2025. Aksi dan pernyataan sikap ini melibatkan berbagai organisasi Mapala dari sejumlah daerah, di antaranya:

• Dumai: Mapala Jagad Biru

• Pekanbaru: Mapala Pylomina, Mapala Humendala, KPA EMC², Mapedallima Hangtuah, Mapala Pasifik, Mapala Batara dan Mapala UMRI

• Bengkalis: Mapala Laksanakan

• Inhil: Maparsa dan Brimaspala

• Inhu: Mapala Oasis

Ketua Mapala Oasis, Ahmad Syarifudin, menyatakan bahwa mereka menuntut pemerintah daerah dan perusahaan terkait untuk menghentikan pembukaan hutan dan segera melakukan rehabilitasi kawasan yang telah rusak.

“Kami tidak ingin hutan Inhu tinggal cerita. Kami menuntut tindakan nyata, bukan janji. Hutan adalah warisan bagi generasi mendatang, bukan untuk dibabat demi keuntungan sesaat,” tegas Ahmad dalam keterangannya kepada wartawan pada 11 Juli 2025.

Menanggapi isu ini, Bupati Indragiri Hulu, Ade Agus Hartanto, S.Sos., M.si menyampaikan bahwa pihaknya akan mendorong program penanaman bibit di berbagai desa. Ia berharap langkah ini tak hanya memulihkan lingkungan, tetapi juga bisa menarik kunjungan wisatawan ke desa-desa melalui agrowisata, seperti panen buah langsung dari pohon.

“Selain itu, kami juga akan mengaktifkan kembali wall climbing (panjat dinding) yang ada di belakang kantor bupati sebagai sarana olahraga dan ikon kegiatan pemuda,” ujarnya.

Sementara itu, Pj Sekda Inhu, H. Sayhrudin, S.Sos., MT, menyatakan akan mengkoordinasikan rencana strategis lintas sektor untuk memperkuat perlindungan kawasan hutan dan meningkatkan peran serta masyarakat dalam menjaga lingkungan.**

Berita Lainnya

Index