GERMAS PPA Tinjau PESWA Rohul, Tegaskan Komitmen Pesantren Ramah Anak & Perempuan

GERMAS PPA Tinjau PESWA Rohul, Tegaskan Komitmen Pesantren Ramah Anak & Perempuan

ROHUL – Gerakan Peduli Perempuan dan Anak Indonesia (GERMAS PPA) terus menunjukkan langkah konkret dalam memperjuangkan perlindungan hak-hak anak dan perempuan, khususnya di lingkungan pendidikan berbasis keagamaan.

Ketua Umum GERMAS PPA, AKBP (Purn) Tri Astuti, SH, beserta jajaran pengurus pusat, menyambangi Pondok Pesantren Modern Sa’ad bin Abi Waqqas (PESWA) yang berlokasi di Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau.

Kunjungan tersebut menjadi sorotan penting mengingat PESWA dinilai berhasil menjadi salah satu contoh nyata penerapan konsep pesantren ramah anak di Indonesia.

Didampingi oleh Sekretaris Jenderal Muhammad Qodri, SH, Wakil Ketua Rika Parlina, SH, serta Ketua GERMAS PPA Rokan Hulu, Ririn Valentine, rombongan disambut hangat oleh Pimpinan PESWA DR. HC. Kyai Andi Sidomulyo, Kepala Pondok Ustadz Syaiful Amar, Lc, dan Ustadz Muhammad Rizki Zulkarnaen, S.Pd.

Dalam kesempatan tersebut, Tri Astuti dan rombongan meninjau langsung berbagai fasilitas di lingkungan pesantren, termasuk ruang belajar, asrama santri, laboratorium komputer, sarana olahraga, serta area kegiatan ekstrakurikuler.

"Saya sangat salut dengan konsep yang diterapkan di PESWA ini. Pesantren ini berhasil menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan menyenangkan bagi anak-anak tanpa membuat mereka manja," ujar Tri Astuti.

Menanggapi kunjungan dan apresiasi dari GERMAS PPA, Pimpinan PESWA, DR. HC. Kyai Andi Sidomulyo menyampaikan rasa syukur dan komitmen pihaknya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh santri.

"Kami merasa terhormat atas kunjungan DPP GERMAS PPA. Ini menjadi langkah nyata kolaborasi dalam perlindungan perempuan dan anak. Kami ingin PESWA menjadi tempat pendidikan terbaik yang aman dan mendidik," ujar Kyai.

Ia juga menjelaskan bahwa PESWA senantiasa mengevaluasi kurikulum dan metode pengajaran agar selaras dengan prinsip-prinsip perlindungan anak. Pengasuhan di asrama dilakukan dengan pendekatan kekeluargaan, di mana para ustadz dan ustadzah bukan hanya berperan sebagai pendidik, tetapi juga pembimbing dan orang tua kedua bagi para santri.

Kunjungan ini menjadi bagian dari program strategis GERMAS PPA dalam memperkuat sinergi dengan lembaga pendidikan keagamaan dalam upaya menciptakan lingkungan yang aman dari kekerasan fisik, verbal, dan psikologis.

Kunjungan GERMAS PPA ke PESWA Rokan Hulu menjadi simbol kuat dari pentingnya kolaborasi antara organisasi masyarakat, lembaga pendidikan, dan tokoh agama dalam membangun Indonesia yang lebih ramah terhadap anak dan perempuan.***

Berita Lainnya

Index