Tembilahan – Bupati Indragiri Hilir menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan turun langsung menemui puluhan mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa di depan kantornya, Jumat siang. Aksi yang digelar oleh Gerakan Mahasiswa Peduli Masyarakat (GEMPAR) ini menyoroti dugaan dampak lingkungan akibat pembukaan lahan oleh PT Pelita Wijaya Perkasa (PWP), yang disebut-sebut memicu serangan hama kumbang dan merusak perkebunan kelapa warga di Kecamatan Enok.
Sekitar pukul 15.30 WIB, sekitar 30 mahasiswa berkumpul di depan Kantor Bupati Indragiri Hilir, menyampaikan tuntutan mereka dengan lantang. Mereka meminta pemerintah untuk mengevaluasi izin operasi PT PWP, mendesak perusahaan agar memberikan kompensasi kepada masyarakat terdampak, serta menuntut penutupan perusahaan jika dalam 14 hari tidak ada penyelesaian.
Tak tinggal diam, Bupati Indragiri Hilir segera turun tangan. Dengan tenang, ia mendengarkan aspirasi mahasiswa dan memberikan tanggapan langsung di hadapan para pengunjuk rasa. Bupati menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam melihat persoalan ini dan berjanji akan menggelar mediasi antara PT PWP dan masyarakat Kecamatan Enok.
"Kami memahami keresahan masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah akan segera mengambil langkah konkret untuk memastikan masalah ini terselesaikan. Saya akan meminta pihak perusahaan bertanggung jawab, termasuk dengan membantu penanganan serangan hama kumbang yang merusak perkebunan kelapa warga," ujar Bupati di hadapan massa aksi.
Pernyataan tersebut disambut dengan harapan besar dari para mahasiswa dan masyarakat yang terkena dampak. Meski demikian, mereka menegaskan akan terus mengawal janji pemerintah hingga ada tindakan nyata di lapangan.
Aksi unjuk rasa ini berakhir dalam suasana tertib dan kondusif. Dengan janji yang telah disampaikan oleh Bupati, masyarakat kini menantikan langkah konkret dari pemerintah dan perusahaan untuk menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi.**
Penulis : P. Maulana, Amd., Si

