INHU – Kyai Subhan, Pimpinan Pondok Pesantren Tebu Ireng 4 Al Ishlah, menghadiri dan memberikan Mauidhoh hasanah, pada kegiatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-102 Tahun 1446 Hijriyah sekaligus peringatan Isra Mi'raj Nabi Besar Muhammad SAW. Acara berlangsung di halaman Masjid Jami' Nurhidayah, Desa Petalabumi, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), pada Minggu (26/01/2025) dari pukul 21.00 Wib hingga selesai.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua PC Inhu, Sairozi M.Pd, Kyai Subhan sebagai mubaligh utama, Ketua MWC NU Kecamatan Seberida, KH. Misran Khoyiron, Al Hafidz Ali Syahid Pengasuh Ponpes Sunan Giri, Kades Petalabumi, Sugiono A.Ma, Ketua Ranting NU desa Petala Bumi, Abu Nawas, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Banser, Ansor, dan Pagar Nusa serta para Muslimat NU, Fatayat NU, serta perangkat desa Petala Bumi. Tema yang diusung dalam acara ini adalah "Bekerja Bersama Umat untuk Indonesia Maslahat".
Acara diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Subbanul Wathon. Dilanjutkan dengan sambutan dari panitia sekaligus pengurus NU setempat, Kades Petala Bumi dan Ketua MPC NU Kabupaten Inhu. Puncak acara diisi dengan mauidhoh hasanah oleh Kyai Subhan, yang ditutup dengan doa bersama.
Dalam mauidhoh hasanah, Kyai Subhan menekankan pentingnya kolaborasi antara Nahdlatul Ulama dan umat Islam untuk mewujudkan Indonesia yang maslahat. Beliau menggarisbawahi prinsip Islam Rahmatan lil 'Alamin sebagai landasan NU untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat tanpa diskriminasi.
Beliau juga menekankan pentingnya ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah sebagai pilar kebersamaan dalam kehidupan beragama dan bernegara. Prinsip moderasi beragama dan gotong royong juga menjadi penekanan utama untuk menyelesaikan berbagai persoalan sosial di masyarakat.
Selain itu, Kyai Subhan juga mengupas tentang salat wajib 5 waktu dalam sehari semalam. Yang mana beliau menekankan, sebagai umat Islam jangan sampai untuk meninggalkan salat, karena yang dihisab pertama kali dihadapan Allah adalah salat.
Sementara itu sebelumnya, Ketua Ranting NU desa Petala Bumi, Abu Nawas menyampaikan permohonan maafnya, karena seyogianya acara tabligh Akbar tersebut akan menghadirkan Mubaligh dari kabupaten Siak, namun karena kondisi alam yang tidak memungkinkan, maka beliau berhalangan hadir.
Dan sebagai gantinya, Kyai Subhan Pimpinan Pompes Tebu Ireng 4, yang mengisi kegiatan tersebut,"Untuk itu saya atas nama pengurus ranting NU desa Petala Bumi mengucapkan terimakasih atas kesudian Pak Yai Subhan dapat hadir memenuhi undangan kami ini," sebutnya.
Sementara itu kades Petala Bumi, Sugiono A.Ma dalam sambutannya sangat berterima kasih dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pengurus Ranting NU desa Petala Bumi, dibawah Ketua Ranting Abu Nawas.
Karena di kecamatan Seberida ini, hanya Ranting desa Petala Bumi lah yang aktif dan selalu peringati Harlah NU, semoga ranting NU desa Petala Bumi ini menjadi salah satu percontohan bagi desa-desa lainnya dalam pengembangan organisasi kemasyarakatan Nahdlatul Ulama khususnya di wilayah kecamatan Seberida.
" Semoga kedepan kegiatan seperti ini agar bisa ditingkatkan kembali, kami selaku dari pihak pemerintahan desa akan selalu mendukung untuk kemaslahatan umat dan selalu mensupport, selamat hari lahir Nahdlatul Ulama yang ke 102, semoga NU semakin besar," ucap Kades.
Dalam kesempatan lain, Ketua MPC NU Kabupaten Indragiri Hulu, Sairozi M.Pd, selain memberikan apresiasi dan wejangan kepada yang hadir terkhusus kepada pengurus ranting NU desa Petala Bumi, beliau juga menyerahkan SK pelantikan kepengurusan ranting desa Petala Bumi.(sur)

