Kekompakan Dua Pemimpin Ini akan Jadikan Natuna Lebih Bermarwah dan Bermartabat

Kekompakan Dua Pemimpin Ini akan Jadikan Natuna Lebih Bermarwah dan Bermartabat
Wan Siswandi (kiri) dan Rodhial Huda (kanan) (foto:zani)

(riaukarya.com) NATUNA – Ketika kita injak kaki di tanah Natuna, salah satu hal yang sering terdengar dari masyarakat adalah bagaimana keakraban dan kebersamaan antara Bupati Wan Siswandi dan Wakil Bupati Rodhial Huda, terasa begitu kental. 

Selama hampir tiga tahun terakhir, mereka berdua tidak hanya dikenal sebagai pemimpin, tetapi juga sebagai simbol kekompakan yang langka didalam dunia politik.

Keduanya tidak hanya berbagi tugas, akan tetapi juga bermimpi untuk menjadikan Natuna, sebagai daerah lebih maju dan sejahtera.

Ketika ditanya tentang rahasia hubungan erat mereka saat kampanye di Kecamatan Pulau Tiga Barat, Sabtu, 5 Oktober 2024,kemarin, Wan Siswandi maupun Rodhial Huda, hanya tersenyum penuh kehangatan seolah-olah pertanyaan tersebut adalah refleksi dari sesuatu yang telah lama keduanya pahami dan menjalani.

Mimpi yang Sama untuk Natuna, mungkin yang membuat mereka begitu akrab adalah visi yang sama untuk daerah ini. Keduanya lahir dan tumbuh di Natuna. 

“Kami memahami setiap jengkal tanah ini, dan kami tahu apa yang dibutuhkan,” kata Rodhial dengan pandangan penuh semangat. 

"Kami  tidak hanya melihat Natuna ini sebagai tempat tinggal, melainkan sebagai rumah yang harus kami rawat bersama," kata Wan Siswandi, sembari tersenyum.

Seperti kita ketahui sejak awal, kedua paslon Bupati dan Wakil Bupati Natuna, ini sudah sepakat bahwa pembangunan harus menyentuh semua aspek kehidupan masyarakat, dari infrastruktur hingga pelayanan publik.

Mimpi yang mereka bangun bersama telah menciptakan harmoni yang berkelanjutan di dalam pemerintahan, dan itu terasa oleh masyarakat Natuna.

Komunikasi yang Jujur dan Terbuka, merupakan kunci dari segala-galanya.

“Kami selalu duduk dan berbicara dari hati ke hati,” tambah Wan Siswandi. 

“Kami juga sering bertanya, bagaimana keluarga? Bagaimana perasaanmu hari ini?” kata Rodhial, menambahkannya. 

Dengan keterbukaan inilah yang menjadi dasar kuat dari kolaborasi mereka berdua, mencegah kesalahpahaman dan menjaga keharmonisan dalam setiap keputusan yang diambil.

Membagi peran sebagai saudara bahkan seperti sahabat lama yang sudah saling memahami, keduanya pun membagi tugas dengan cara yang natural.

“Dia yang sering di lapangan, saya di belakang meja,” ujar Wan Siswandi, dengan  melemparkan senyuman kepada pendukungnya.

“Tapi meski begitu, kami selalu tahu apa yang terjadi di lapangan maupun di balik meja," sela Rodhial, pula.

Rakyat adalah prioritas utama dan selalu menempatkan rakyat sebagai alasan di balik setiap keputusan.

“Ketika kami merasa lelah atau menghadapi tekanan, kami ingat bahwa yang kami perjuangkan adalah mereka yang ada di sini, di tanah kami sendiri, rasa tanggung jawab inilah yang mendorong kami terus bekerja keras dan tetap kompak," tutur Rodhial.

Kemudian dukungan dari masyarakat bukan sekedar pemilih karena masyarakat Natuna, tidak hanya mendukung mereka sebagai pemimpin, tetapi juga sebagai dua sosok yang membawa harapan. 

“Kami merasakan dukungan itu setiap hari,” kata Wan Siswandi. 

Kekompakan ini terletak pada persahabatan yang sudah terjalin serta mengakar jauh sebelum keduanya terjun ke dunia politik. 

“Kami sudah seperti saudara,” lagi-lagi Wan Siswandi, mengumbarnya. 

Kesimpulan yang bisa diambil selama kurang lebih tiga tahun Wan Siswandi dan Rodhial Huda, telah membuktikan bahwa kekompakan dalam pemerintahan bisa membawa perubahan yang besar.

Bagi mereka berdua (Siswandi dan Rodhial), sinergi ini bukanlah strategi politik semata, tetapi panggilan hati untuk membangun daerah yang mereka cintai.

"Kesimpulannya dengan semangat yang sama kami siap melanjutkan perjuangan di Pilkada 2024, membawa harapan baru untuk masa depan Natuna yang lebih baik," pungkas Wan Siswandi. (RK/zani)

Berita Lainnya

Index