Siswandi Ajak Masyarakat Natuna Lestarikan Seni Budaya Lokal

Siswandi Ajak Masyarakat Natuna Lestarikan Seni Budaya Lokal
Wan Siswandi, Calon Bupati Natuna (foto:zani)

(riaukarya.com) Natuna - Pangkak gasing  atau lebih dikenal dengan sebutan permainan gasing, merupakan salah satu permainan tradisional masyarakat di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri).

Sejatinya, gasing dibuat dari kayu keras seperti kayu pelawan dan kayu mentigi bahkan kayu yang dianggap keras lainnya.

Sementara, tali gasing terbuat dari kulit kayu, salah satunya kulit pohon melinjo yang diolah hingga menjadi tali khusus untuk dijadikan tali gasing.

Calon Bupati Natuna, Wan Siswandi, ketika dijumpai di tempat pertandingan gasing dirinya membenarkan hal tersebut. Kata dia permainan gasing merupakan salah satu seni budaya yang dimiliki oleh masyarakat Natuna.

Wan Siswandi, memaparkan permainan gasing biasanya dilakukan kaum lelaki, baik anak-anak, remaja maupun orang dewasa. 

"Ya benar, permainan  ini tersebar di pulau bunguran maupun diluar. Seperti Serasan, Pulau Laut, Midai, Subi, Pulau Tiga, Kelarik dan  Sedanau," kata Wan Siswandi, membenarkan.

Dengan demikian dirinya berharap kepada masyarakat khusus pecinta permainan gasing  agar dapat melestarikan seni budaya tersebut.

Menjaga seni budaya daerah sebut Siswandi, berarti telah menjaga peninggalan leluhur. Karena menurut Wan Siswandi, selain menjaga seni budaya, permainan ini lazim dijadikan salah satu alasan dalam menjaga hubungan tali silaturahmi.

"Orang dulu! permainan gasing ini merupakan salah satu alasan bagi mereka untuk berkunjung ke suatu daerah ke daerah lain (pulau ke pulau), sehingga disana mereka bisa bertemu ramah serta menjalin tali silaturahmi," ucap Siswandi, di tempat pertandingan gasing, Jalan Air Batu, Kecamatan Bunguran Timur, Kamis (3/10/2024) siang. (rk/zani)

Berita Lainnya

Index