INHU - Selasa, 14 Mei 2024 menjadi hari yang spesial bagi SDN 014 Sibabat, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), pasalnya sekolah tersebut mendapat kunjungan dari tim Verlap Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau dan DLHK Kabupaten Inhu.
Kedatangan tim DLHK bertujuan untuk melakukan verifikasi lapangan (verlap) sebagai Calon Sekolah Adiwiyata Provinsi (CSAP).
Diketahui SD Negeri 014 Sibabat menjadi salah satu Sekolah Dasar di Kabupaten Inhu yang diusulkan untuk menjadi Calon Sekolah Adiwiyata Provinsi.
Zulfikar S.Sos M.Si salah satu tim verlap DLHK Provinsi Riau menyampaikan bahwa program Sekolah Adiwiyata ini seharusnya menjadi momentum bukan hanya untuk menumbuhkan, tetapi juga membiasakan gerakan kepedulian terhadap lingkungan," Jangan sampai setelah penghargaan ini, komitmen kepedulian lingkungan di SDN 014 Sibabat ini menjadi loyo karena hanya mengejar predikat saja.
Usahakan untuk terus berbenah sehingga bisa melaju menjadi Sekolah Adiwiyata pada jenjang-jenjang yang lebih tinggi kedepannya," sambungnya.
Hadirnya tim verlap CSAP dari DLHK Provinsi Riau ini disambut baik oleh jajaran keluarga besar SDN 014 Sibabat, diantaranya Kepsek SDN 014 Sibabat, Tri Wiharyanti S.Pd SD yang didampingi Pengawas SD Darminingsih, S.Pd, Ketua Komite Misyanto dan Ketua Paguyuban Sekolah Armeyningtyas Dyah Enggarani
serta segenap warga sekolah dengan menampilkan tari Bebersih sebagai sambutan.
"Alhamdulillah dengan kehadiran tim verlap dari DLHK Provinsi Riau dan DLHK Inhu, kami sangat mengharapkan bisa memberikan masukan perbaikan akan kekurangan-kekurangan yang ada di sekolah kami," kata Tri Wiharyanti.
"Kami juga berkomitmen untuk terus berbenah sebagaimana apa yang disarankan oleh tim verlap, sehingga sekolah kami nantinya bisa mendapatkan penilaian yang memuaskan, sebagai Calon Sekolah Adiwiyata Provinsi 2024," harapnya.
Penghargaan Sekolah Adiwiyata menjadi salah satu upaya guna memasyarakatkan semangat kepedulian lingkungan hidup khususnya di lingkup sekolah.
"Output utama dari program Sekolah Adiwiyata itu bukan penghargaannya, melainkan pembiasaan kepedulian lingkungan melalui Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS) agar sekolah juga ikut berkontribusi pada upaya-upaya konservasi lingkungan hidup yang menjadi semangat dalam tujuan-tujuan pembangunan berkelanjutan," ujar Rita Diana Sari ST, Bagian Pengendali Lingkungan Muda DLHK Provinsi Riau.(sur)

