INHU - Selasa, 14 Mei 2024 bertempat di halaman Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Ihsan Buluh Rampai, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) diadakan acara Wisuda dan Pelepasan siswa-siswi kelas IX tahun ajaran 2023/2024 yang mana di ikuti seluruh anak didik yang di wisuda berjumlah 187 orang.
Acara yang dihadiri pula oleh Kakan Kemenag Inhu Doktor H. Darwison MA tersebut, merupakan seremonial pelepasan siswa-siswi yang telah menyelesaikan pendidikan selama 3 tahun di MTs Al Ihsan Buluh Rampai.
Dengan mengusung tema, "Jadilah tangguh, jadilah berani, jadilah terbaik, gapailah mimpimu jangan berhenti disini," satu persatu siswa-siswi kelas IX di wisuda oleh Kepala Madrasah H. Darojat S.Ag bersama dengan Pengurus Yayasan Al Ihsan Buluh Rampai serta didampingi Kakan Kemenag Inhu, H. Darwison.
Kepala MTs Al Ihsan Buluh Rampai, H. Darojat dalam sambutannya menyampaikan " Ucapan terima kasih kepada seluruh orang tua wali murid yang telah mempercayakan MTs Al Ihsan Buluh Rampai untuk mendidik dan membina anak-anaknya selama 3 tahun lamanya. Selain itu, Darojat mengajak seluruh orang tua untuk memastikan anak-anaknya agar melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi khususnya satuan pendidikan yang berbasis Islam.
Terutama dilingkungan Yayasan Al Ihsan yaitu di MA Al Ihsan," Kami berharap para siswa/i yang telah lulus berjumlah 187 orang ini, bisa terus melanjutkan pendidikannya terutama di MA Al Ihsan," harapnya.
Ditambahkan pula, acara wisuda dan pelepasan kali ini selain dihadiri oleh unsur lembaga pendidikan, pun dihadiri pula oleh pengurus-pengurus yayasan lainnya, Camat Seberida yang diwakili Kasi Trantib, para tokoh masyarakat dan ulama di Kecamatan Seberida dan tak ketinggalan pula seluruh orang tua wali murid khususnya dari kelas IX.
Acara juga dimeriahkan oleh penampilan para siswa/i MTs seperti tari-tarian dan paduan suara. Yang menarik ada salah satu penampilan tarian tari piring yang dibawakan oleh 6 orang siswa.
Tari piring ini, para penarinya beraksi diatas pecahan piring yang sengaja ditaburkan, uniknya walaupun berloncat-loncat diatas pecahan kaca, para penari tersebut tidak ada mengalami luka sama sekali walau dengan kaki telanjang.
Hal ini yang membuat decak kagum para hadirin yang hadir pada kesempatan tersebut.
Karena merasa penasaran, tim media mencoba untuk mencari informasi dari mana para siswa tersebut belajar tari piring yang menurut pengamatan sangat berbahaya apabila dilakukan oleh orang biasa tanpa harus berlatih dan terlatih.
Ternyata setelah mencari tau, tim media bisa bertemu langsung dengan pimpinan sanggar tarian piring tersebut.
Faizal Cang, yang mempunyai sanggar seni dan budaya Minang sekaligus pimpinan tari piring memberi nama Sanggar Seni dan Budaya Minang, Magrib Mengaji di Musala IKTD Belilas, berdiri sejak kurang lebih 2 tahun silam dibawah asuhan pelatih Edi Dores
Dalam penampilan tari piring para penari membawa 2 buah piring sesuai dengan nama tariannya, kemudian yang paling menjadi sorotan dan membuat takjub para penonton, para penari melakukan loncatan loncatan diatas pecahan kaca piring dengan kaki telanjang.
Ketua Sanggar Seni dan Budaya Minang, Magrib Mengaji Musala IKTD Al Ikhwan, Afrizal Cang menambahkan, kesenian ini merupakan asli seni dan budaya tradisional dari Minang yang kita kembangkan di Belilas.
" Alhamdulillah ada beberapa siswa MTs yang kebetulan anak asuh kami di Sanggar Seni dan Budaya Minang IKTD Belilas bisa tampil dengan baik di momentum perpisahan ini," tutup Faizal Cang.(sur)

