Ibu Kota Negara Mau Dipindah?, Ternyata Masih Tahap Kajian

Ibu Kota Negara Mau Dipindah?, Ternyata Masih Tahap Kajian
weRiau.com - Pemindahan ibu kota tak akan dilakukan dalam waktu dekat. Hal itu sebagaimana dikatakan Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas).
 
Bappenas mengakui, butuh persiapan matang untuk menuju ke sana.
 
"Ya nggak, emang ibu kota kecamatan," kata Deputi Bidang Pengembangan Regional Bappenas Arifin Rudiyanto ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (6/7/2017).
 
Diterangkannya, 2018 seperti yang disebut Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro ialah tahap persiapan. Setidaknya ada beberapa tahapan untuk memindahkan ibu kota baru, yakni kajian atau skenarionya, persiapan, lalu pelaksanaan.
 
"Panjang masih," cetusnya.
 
Menurutnya, Bappenas baru memulai tahap kajian awal. Mereka menargetkan untuk rampung akhir tahun ini.
 
"Sampai Desember. Sekarang baru mau mulai," sebutnya.
 
Variabel yang menjadi kajian, sambungnya, juga sangat  banyak. Beberapa di antaranya, yakni kriteria fisik terkait lingkungannya. Lalu soal keamanan dan ketersediaan lahan. Namun yang pasti, variable itu untuk menetapkan wilayah mana yang cocok dijadikan ibu kota baru.
 
"Itu harus disiapkan dulu setelah itu diputuskan secara politik. Baru tahap persiapan, menyiapkan lahan, skema pendanaan dan sebagainya. Setelah itu siap baru pelaksanaan. Jadi masih panjang," paparnya.
 
Karena itu, belum diketahui pasti daerah mana yang cocok menjadi ibu kota.
 
"Ya belum, yang pasti di luar Jawa sesuai misi pemerintah kita tidak Jawasentris tetapi Indonesiasentris. Sekaligus untuk memperlihatkan kepada dunia bahwa Indonesia tidak hanya Jawa," bebernya.
 
Kata dia lagi, kajian itu dilakukan oleh lintas kementerian. Baik dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Perhubungan, serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Sementara itu, terkait kapan direalisasikan pemindahan ibu kota tersebut, dia menegaskan itu tergantung pada keputusan politik nantinya.
 
"Kami hanya menyiapkan secara teknokratis," tandasnya. 
 
 
Sumber: riaupos.co
Editor: redaksi

Berita Lainnya

Index