BENGKALIS - Polemik Pembuatan Dermaga Pelabuhan Yang Berada Di Desa Pangkalan Nyirih tepatnya di Jalan Cuna Laut Dusun 1 oleh seorang Pengusaha dari Kota Dumai menuai Pro Kontra dari Sebagian Kalangan Masyarakat.
Pembuatan Pelabuhan Dengan Membeli tanah Masyarakat tersebut dengan membabat sebagian Hutan Mangrove yang menjadi Benteng pencegahan Abrasi Pantai di aliran Sungai Selat Morong yang membelah Pulau Rupat Menjadi Dua Bagian.
Mendapatkan infomasi tersebut Pihak Media yang tergabung di Forum Wartawan Rupat segera turun lapangan dan mengecek kebenarannya.
Dalam pantauan Pihak Media di lokasi yang pertama tempat penggalian tanah timbun yang di angkut oleh mobil pihak pengusaha untuk menimbun pekerjaan pelabuhan tersebut yang terletak di Desa tetangga Desa Pancur Jaya.
Kedatangan pihak media di sambut oleh pekerja dan perwakilan Desa tersebut.
Menurut pihak Desa memang benar pihak pengusaha membeli tanah tersebut untuk di gali dan dijadikan tanah timbunan membuat pelabuhan yang terletak di Desa Pangkalan Nyirih.
Dalam pengamatan pihak media kedalaman galian tersebut sudah amat menguatirkan sekitar 2 meter lebih diatas tanah yang luasnya lebih kurang 500 meter persegi.Adapun jarak dengan Hutan Mangrove ke tanah galian tersebut lebih kurang 5 meter.Dan jarak ke bibir Sungai(Pantai) lebih kurang 150 meter.
Menurut perwakilan Pengusaha dari kotak Dumai (Wira) kedalaman pengorekan tanah tersebut sekitaran 3 meter.Setelah sehabisnya pengorekan bekas galian c tersebut akan di buat Kolam ikan.
Sementara dari pihak desa mengatakan memang mereka tahu tanah tersebut di beli untuk digali menjadi tanah timbun tapi tidak tau sedalam mana. dan beliau juga berkomentar bahwa surat tanah dalam pengurusan dikantor Desa Mereka.
beliau juga berharap agar pihak pengusaha bertanggung jawab penuh apa bila terjadi sesuatu hal yang tak di inginkan baik dalam hal ketika sedang bekerja maupun setelah selesai pekerjaan ini akan hal dampaknya dari pekerjaan tersebut.
Pihak media juga turun langsung ke lapangan tempat penimbunan tanah yang akan di jadikan pelabuhan, Nampak memang sedang berlansung pekerjaan pembuatan pelabuhan dengan menggunakan alat berat excavator, Menurut perwakilan pihak pengusaha tanah dari tapak pelabuhan tersebut telah di beli dari warga sekitar dengan luas 110 meter dan lebar 250 meter panjang berarah ke selat morong yang lansung berbatasan langsung dengan hutan Mangrove.
Dalam pantauan pihak media adapun hutan Mangrove telahpun di babat habis untuk dijadikan bantaran jalan pelabuhan tempat persinggahan kapal dengan membuat galian parit seluas 10 meter di kiri kanan jalan.
Sementara lebar bodi jalan ke pelabuhan tersebut sekitar 30 meter dengan panjang kurang lebih 200 meter yang membabat habis hutan mangrove.
Ketika pihak media mengatakan izin dari mana membabat Hutan Bakau tersebut perwakilan pihak pengusaha mengatakan itu sesuai dengan perintah Bos Nikolas dan Bos mereka telah mendapat izin dari pihak Kehutanan katanya.
Pihak media juga bertanya apa tak salah itu Pemerintahnya akan memberikan izin tersebut kepada pihak pengusaha.
Seperti yang di ketahui bersama bahwa izin pembuatan pelabuhan di Pulau Rupat ini tidak ada kecuali pinjam pakai, sementara seperti yang di ketahui juga Hutan Mangrove dilestarikan sebagai pencegahan abrasi pantai dan terus menjaga ekosistem tapi dengan pengusaha bisa di babat habis untuk kepentingan bisnis mereka.
Apa ada main mata pihak pengusaha dan instansi pemerintah terkait secara diam diam.
- Regional
- Bengkalis
Aduh Gawat Pembuatan Pelabuhan Di Desa Pangkalan Nyirih Membabat Hutan Mangrove
Roni Mesra
Senin, 13 Maret 2023 - 19:10:34 WIB
Galian C Didesa Pancur Jaya Rupat
#Bengkalis
IndexPilihan Redaksi
IndexCatat Sejarah di Jambi, Enam Guru PPPK Resmi Dilantik Menjadi Kepala Sekolah
Dana Desa 2026 Difokuskan untuk BLT, Ketahanan Desa, hingga Koperasi Merah Putih
Sepanjang 2025, BP3MI Riau Fasilitasi Pemulangan 2.707 PMI Bermasalah dari Malaysia
Api Berhasil Dipadamkan, TGI Utamakan Keamanan Masyarakat dan Pemulihan Operasional
Selasa Pagi, PLTA Koto Panjang Buka Dua Pintu Spillway Pukul 10.00 WIB
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Regional
Jaga Mutu Layanan di Seluruh Wilayah, PT Patra Drilling Contractor Sertifikasi Koki dan Baker
Sabtu, 31 Januari 2026 - 16:09:07 Wib Regional
Masyarakat Adat Melayu Rantau Kasai Tolak Dugaan Adu Domba oleh PT Agrinas
Sabtu, 31 Januari 2026 - 15:11:40 Wib Regional
Program Makan Bergizi Gratis di Duri Disorot, Warga Temukan Makanan Tak Layak
Jumat, 30 Januari 2026 - 23:04:58 Wib Regional
Komitmen Keselamatan Tanpa Kompromi, PDC Gelar Training One SIKA untuk Frontliner
Jumat, 30 Januari 2026 - 16:30:58 Wib Regional

