Wakil Ketua DPRD Rohil Terima Aduan Terkait Konflik Sesama Nelayan

Wakil Ketua DPRD Rohil Terima Aduan Terkait Konflik Sesama Nelayan
Wakil Ketua DPRD Rohil, Hamzah SHi, MM menerima kehadiran nelayan di Kantor DPRD Rohil, Kompleks Perkantoran Batu Enam, Bagansiapiapi, Selasa (8/11/2022). (Abdul Arif Rusni, Riaukarya.com)

BAGANSIAPIAPI - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Hamzah SHi, MM menerima kehadiran puluhan nelayan di Kantor DPRD Rohil, Kompleks Perkantoran Batu Enam, Bagansiapiapi, Selasa (8/11/2022).

Kedatangan masyarakat yang berprofesi nelayan tersebut ingin mengadu dan mencari solusi kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) tentang Persoalan konflik yang terjadi di perairan Rohil.

Sempat menunggu, akhirnya masyarakat berprofesi nelayan tersebut dapat menyampaikan langsung keluhan kepada Wakil Ketua DPRD Hamzah, bahwasanya mereka ketakutan untuk bekerja melaut untuk menopang kehidupan sehari-hari di perairan laut Kabupaten Rokan hilir.

Perwakilan nelayan, Enong (40) mengatakan, bahwa dia dan nelayan tradisional lainnya trauma untuk pergi melaut disebabkan peristiwa pemukulan kepada salah satu nelayan tradisional ketika mencari kerang alam beberapa waktu lalu.

"Kita takut pergi melaut pak, takut kejadian pemukulan dan penganiayaan terjadi lagi seperti beberapa waktu lalu," ungkap Enong.

Masyarakat nelayan bermohon agar persoalan tersebut bisa cepat selesai, dan para nelayan bisa kembali beraktivitas seperti biasa.

Wakil Ketua DPRD Rohil, Hamzah mengatakan, akan membantu masyarakat dalam menyelesaikan konflik nelayan tradisional dengan nelayan pembudidaya tambak kerang secepatnya.

"Nanti akan kita bahas permasalahan ini, agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi," tuturnya.

Diketahui, pada Selasa (1/11/2022) terjadi pertikaian di perairan laut Rohil antara nelayan tradisional dengan nelayan yang mengaku pembudidaya tambak kerang darah.

Dari Pertikaian sesama nelayan tersebut mengakibatkan insiden penganiayaan atas dugaan pencurian kerang milik nelayan pembudidaya tambak oleh nelayan tradisional dan berujung saling lapor ke pihak Kepolisian.

Berita Lainnya

Index