ROHIL - Dua anggota DPRD Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Perwedissuito dan Syamsul Akmal menghadiri pengukuhan Datuk Menao Kampong Pujud, Minggu (6/11/2022) di Kecamatan Pujud, Rohil.
Keduanya tampak kompak menghadiri pengukuhan itu dengan pakaian melayu warna yang sama dan bersongket. Pengukuhan berlangsung di Gedung Adat Kecamatan Pujud.
Perwedissuito merupakan anggota DPRD Rohil dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan menjabat sebagai ketua dalam struktur partai berlambang Kakbah itu untuk DPC Rohil.
Sementara Syamsul Akmal berasal dari Partai Gerindra. Keduanya dipilih masyarakat Rohil dari daerah pemilihan tiga meliputi Kecamatan Tanah Putih, Rantau Kopar dan Pujud.
Perwedissuito memberikan ucapan selamat dan sukses atas pengukuhan Datuk Menao Kampong Pujud itu.
Penabalan Datuk Menao masyarakat adat Kampong Pujud tersebut juga dihadiri oleh para tokoh lainnya diantaranya LAMR Riau diwakili oleh Timbalan Ketua Umum DPH Datuk Dr Firdaus, SH., MH.
Penabalan Datuk Menao (Bendaharo) merupakan unsur pimpinan tertinggi dalam masyarakat adat Kampong Pujud. Pada masyarakat adat Kampong Pujud terdapat 11 suku, 2 suku anak raja yang berasal dari Luhak Kerajaan Tambusai.
"Tiap suku dipimpin oleh Datuk Pucuk Suku. Tugas dan fungsi Datuk Menao (Bendaharo) menjadi pimpinan (hulu) dari pucuk-pucuk suku dalam adat, dan termasuk dalam penyelesaian masalah adat dan anak kemenakan," jelas Ketum Timbalan DPH LAMR Dr Firdaus, SH., MH.
Ia menambahkan, pengukuhan Datuk Menao tersebut sebagai bukti nyata bahwa masyarakat adat itu tetap eksis dan berperan besar dalam membangun bangsa dan negara.
"Meminta semua masyarakat adat untuk tetap melestarikan adat budaya sebagai identitas bangsa. Arus modernisasi yang tidak bersesuaian dengan nilai-nilai adat dan budaya kita, harus kita hindari dengan cara memperkuat kecintaan dan konsistensi kita dalam menerapkan nilai-nilai luhur masyarakat adat yang diwarisi oleh leluhur kita," ungkapnya.
Selain itu, Datuk Timbalan DPH tersebut mengajak agar penyelesaian sengketa oleh masyarakat adat tetap diperkuat dan disinergikan bersama aparatur hukum.
"Ini menjadi bukti bahwa masyarakat adat merupakan agen utama dalam mewujudkan perdamaian dan ketertiban dalam masyarakat," pungkas Datuk Firdaus. (rif)

