- Regional
- Rokan Hilir
Rapat Evaluasi, Bappeda Rohil Minta OPD hingga Desa Lakukan Inovasi
Abdul Arif Rusni
Kamis, 29 September 2022 - 11:26:12 WIB
Rapat evaluasi pelaksanaan inovasi daerah tahun 2022 ditaja Bappeda Rohil, Rabu (28/9/2022).
ROHIL - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) melaksanakan rapat evaluasi pelaksanaan inovasi daerah tahun 2022, Rabu (28/9/2022) di aula rapat lantai III kantor bupati.
Rapat terkait inovasi ini bertujuan untuk melengkapi dokumen yang belum dapat dilengkapi pada tahun-tahun sebelumya.
Kepala Bappeda Zuhri SE, MP secara resmi membuka rapat tersebut. Turut hadir Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan pemkab, camat se-Rohil, kepala puskesmas se-Rohil serta Kepala Bidang Litbang Bappeda Riau Eka Ariefyanto Putra SE dan Analis kebijakan Ahli Muda Litbang Bappeda Riau Rama Yoedha Satria ST, MT sebagai narasumber.
Dalam sambutannya Zuhri menyampaikan, inovasi merupakan kata kunci yang harus dilakukan disetiap OPD maupun jenjang pemerintahan daerah hingga ke level terbawah, baik itu tingkat kepenghuluan, kelurahan, kecamatan sampai tingkat kabupaten.
“Sesuai peraturan pemerintah nomor 38 tahun 2017 tentang inovasi daerah, dimana pemerintah daerah didorong untuk melakukan inovasi dalam melakukan tugas melayani masyarakat. Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir mencanangkan gerakan satu OPD memiliki minimal satu inovasi setiap tahunnya,” terangnya.
Dijelaskan Zuhri, tahun 2020 Kabupaten Rohil tidak melaporkan inovasi daerah, sehingga Rohil mengalami disclaimer tidak bisa dinilai karena tidak melaporkan kegiatan inovasi daerah. Untuk tahun 2021 Kabupaten Rokan Hilir melaporkan inovasi daerah sebanyak 6 inovasi, walaupun masih sedikit setidaknya tidak lagi disclaimer.
"Tahun 2022 ini Kabupaten Rokan Hilir telah melaporkan inovasi daerah sebanyak 40 inovasi, akan tetapi dari 40 inovasi tersebut masih banyak kelengkapan dokumen yang belum dapat dipenuhi, misalnya SK kegiatan, rancang bangun dan dokumentasi inovasi-inovasi yang diciptakan. Dikarenakan kekurangan-kekurangan tersebut, Kabupaten Rokan Hilir masih termasuk kabupaten yang kurang inovatif,” ungkapnya.
Oleh sebab itu, Zuhri juga berharap kepada seluruh OPD Kabupaten Rokan Hilir untuk menciptakan minimal satu OPD satu inovasi melalaui ide maupun gagasan.
“Jangan hanya menjadi angan-angan saja namun harus ada realitasnya. Melihat pentingnya inovasi saat ini, menjadi kebutuhan pemerintah daerah sebagai penguatan budaya kerja inovatif, seiring dengan perkembangan teknologi dan perubahan yang begitu cepat dan saling berlomba-lomba dalam melakukan kreasi yang positif,” pungkasnya.
Pilihan Redaksi
IndexCatat Sejarah di Jambi, Enam Guru PPPK Resmi Dilantik Menjadi Kepala Sekolah
Dana Desa 2026 Difokuskan untuk BLT, Ketahanan Desa, hingga Koperasi Merah Putih
Sepanjang 2025, BP3MI Riau Fasilitasi Pemulangan 2.707 PMI Bermasalah dari Malaysia
Api Berhasil Dipadamkan, TGI Utamakan Keamanan Masyarakat dan Pemulihan Operasional
Selasa Pagi, PLTA Koto Panjang Buka Dua Pintu Spillway Pukul 10.00 WIB
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Regional
Jaga Mutu Layanan di Seluruh Wilayah, PT Patra Drilling Contractor Sertifikasi Koki dan Baker
Sabtu, 31 Januari 2026 - 16:09:07 Wib Regional
Masyarakat Adat Melayu Rantau Kasai Tolak Dugaan Adu Domba oleh PT Agrinas
Sabtu, 31 Januari 2026 - 15:11:40 Wib Regional
Program Makan Bergizi Gratis di Duri Disorot, Warga Temukan Makanan Tak Layak
Jumat, 30 Januari 2026 - 23:04:58 Wib Regional
Komitmen Keselamatan Tanpa Kompromi, PDC Gelar Training One SIKA untuk Frontliner
Jumat, 30 Januari 2026 - 16:30:58 Wib Regional

