Sudah Seminggu Pemutusan Jalan Desa Jake Belum Ada Penyelesaian  Sampai Sekarang

Sudah Seminggu Pemutusan Jalan Desa Jake Belum Ada Penyelesaian  Sampai Sekarang
Pemutusan Jalan Desa Jake sampai Sekarang Belum Ada Penyelesaian Yang Jelas

KUANSING - Seminggu pasca terjadinya pemutusan jalan peningkatan jalan  Desa di Desa Dusun Sungai Betung kecamatan Kuantan Tengah kabupaten kuantan Singingi, hingga hari Minggu ( 18/9 2022) belum ada tanggapan dari baik dari pemerintah Desa Kecamatan, maupun kabupaten.

Hal ini menjadi perhatian oleh beberapa awak media untuk mengetahui lebih lanjut sampai dimana untuk penanganan Permasalahan tersebut, oleh karena tidak ada respon dari yang terkait maka awak media kembali mempertanyakan hal tersebut kepada Camat Kuantan Tengah Agus Iswanto, yang mana sebelumnya Agus Iswanto sudah memanggil kepala desa Jake Mariantoni keruang kerjanya dan meminta kepada kepala Desa Agar secepatnya menyelesaikan masalah dan kisruh antara kelompok masyarakat yang ada di desa Jake tersebut.

" Pak kades Tolong selesaikan permasalahan jalan yang terputus tersebut secepatnya dan buat pertemuan dengan masyarakat dan undang saya, segera bentuk pertemuan tersebut berhubung saya  nanti sore akan berangkat Dinas Luar ke jongjakarta, jadi sepulang saya udah mendapatkan jadwalnya pinta Agus Iswanto kepada Mariantoni selaku kepala Desa.

Selanjutnya pada hari Minggu kembali menghubungi Camat Agus Iswanto melalui pesan singkatnya mengatakan akan mengagenda kan segera pertemuan dari kedua belah pihak dan di ikuti dengan pemerintahan desa tertulis di pesan singkat Agus Iswanto

Pada saat sebelum keberangkatan Camat Ke Luar Kota Kepala Desa Jake Mariontoni di panggil dan melalui telpon selulernya untuk datang keruangan camat dan di situ ada Dua wartawan yang menyaksikannya dan saat itu Dengan spontan Mariantoni kades Desa Jake menyampaikan kesediannya dan meyakinkan camat untuk tidak kuatir, dan tidak ada perlu di kuatirkan dan  bahaya, inti permasalahan tersebut hanya berawal dari berdirinya Portal di akses jalan menuju pabrik dan untuk membalas aksi dari sebelah terjadilah penggalian parit gajah yang di kerjakan oleh beberapa oknum masyarakat tampa menyebutkan nama.

"Insha Allah semua itu bisa kita atasi pak camat jangan kuatir nanti kita segera dudukan dengan Ninik mamak yang ada janji Mariontoni.

Di kesempatan lain Alfikra ketika di minta keterangan perihal pemutusan akses desa tersebut mengatakan dan membenarkan bahwa adiknya yang bernama Rozi yang membuat Portal tersebut dengan tujuan agar mobil yang tonasenya di atas 3 Ton jangan masuk dan bisa merusak jalan, yang hanya pengerasan dan bukan jalan aspal, padahal itu portal yang baru di tegakan tersebut bukan melarang semua mobil atau kendaraan untuk melewatinya, bahkan untuk mobil pribadi dan mobil kecil selain Cold disel bisa melewatinya,dan bahkan masih banyak masyarakat yang mengunakannya  menuju kebun, pegawai atau pekerja dari perusahan ASMJ sampai saat ini juga masih melewati jalan tersebut, sampai masyarakat yang tinggadi perumahan milik perusahaan masih bisa lalu lalang di jalan tersebut untuk mengantar anak mereka yang sekolah keluar dari perusahan tidak ada permasalahan sebelum di galinya parit gajah tersebut. Terang alfikra.

Jadi ini memang merupakan perusakan aset pemerintah dan bisa dikenakan pasal 
Pasal 406 ayat (1) KUHP, setiap orang tak boleh secara sengaja dan sadar melawan hukum melakukan perbuatan merusak, menghancurkan, membuat tidak dapat dipakai lagi, menghilangkan suatu barang milik negara, sehingga menyebabkan kerugian negara ujar Alfikra  dan ini jelas sudah merugikan masyarakat dan pemerintah dan untuk tindakannya bisa di sangsikan kepadanya diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah. Dan jalan itu memang merupakan Aset pemerintah yang di buat dan di bangun dengan mengunakan APBD Tahun 2016 pangkas Alfikra.

 

#Kuansing

Index

Berita Lainnya

Index