PLN Bidik Dana Segar Rp10 Triliun dari Penjualan Aset

Ilustrasi
RiauKarya.com - PT Perusahaan Listrik Negara memastikan akan melakukan sekuritisasi aset atau penjualan aset pembangkit pada tahun ini. Ditargetkan, dana yang didapat dari sekuritisasi aset mencapai Rp10 triliun.
 
Direktur Utama PT PLN, Sofyan Basir mengatakan, sekuritisasi aset dilakukan agar perusahaan dapat menjadikan hasil penjualan aset tersebut untuk dipergunakan untuk membangun infrastruktur di daerah lain.
 
Aset yang bisa dilakukan sekuritisasi hanyalah aset pembangkit. Sedangkan untuk aset seperti jaringan dan distribusi listrik tidak bisa dilakukan sekuritisasi.
 
"Ada aset pembangkit di Suralaya misalnya, dan lain-lain. (Sekuritisasi aset) pembangkitnya banyak sekali saya tidak hafal, totalnya (dana) sedang kita kaji. Tapi kita minta lebih kurang minimal Rp5  triliun atau sampai Rp10 triliun lah (dari sekuritisasi)," kata Sofyan, sebagaimana dikutip dari viva.co.id.  
 
Sebagaimana diketahui, sekuritisasi aset ditekankan oleh Presiden Joko Widodo dengan tujuan agar aset BUMN dapat dijual kepada pihak swasta.
 
Hasil penjualannya akan dilakukan untuk pembangunan infrastruktur di wilayah lain. Selain PLN, PT Jasa Marga Tbk, juga disebut-sebut siap melakukan sekuritisasi aset. "Sekuritisasi dalam tahun ini," ujarnya.
 
Selain melakukan sekuritisasi, lanjut Sofyan, pihaknya juga akan melakukan, penerbitan bonds atau obligasi dalam waktu dekat. Obligasi yang akan dilpeas ke publik (Right Issue) tak tanggung-tanggung, angkanya mencapai US$3 miliar dengan tenor 10 tahun.
 
"Totalnya US$3 miliar. (Bond yang diterbitkan) Satu untuk mengganti (utang) yang jatuh tempo, yang lain untuk transmisi," ujar dia. (rac)




[Ikuti RiauKarya.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar