PEKANBARU - Memastikan jajarannya bekerja sesuai aturan, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Riau, Mhd. Jahari Sitepu melakukan inspeksi mendadak (Sidak) yang dilaksanakannya menjelang maghrib, Kamis (24/3). Kedatangannya yang tiba-tiba cukup mengagetkan petugas Lapas Kelas IIA Pekanbaru yang sedang bersiap-siap untuk pergantian regu piket.
"Saya suka berkunjung tanpa menginformasikan. Tujuannya apa? Ingin memastikan semua petugas melaksanakan aturan, walaupun tanpa diawasi. Saya juga ingin memastikan semua warga binaan berada di dalam sel nya masing-masing," tegas Jahari didampingi Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Sapto Winarno.
Kakanwil langsung berkeliling ke kamar warga binaan, menghitung jumlah WBP, dan berkomunikasi langsung dengan WBP terkait kebutuhannya.
Kakanwil lalu meninjau dapur untuk menjamin warga binaan mendapatkan makanan sesuai menu yang telah ditetapkan. Lanjut dengan mengecek sarana kebutuhan air minum steril bagi WBP dan tak lupa memantau pagar besi yang menjadi salah satu kunci pertahanan keamanan lapas.
"Segera dicek kembali terali dan pagar pembatas blok, kalau ada yang rusak segera diperbaiki. Untuk lampu penerangan, jangan terlalu cepat dinyalakan. Lihat, ini masih terang, kita harus hemat energi," katanya. Setelah berkeliling sel hunian.
Jahari pun sumringah, semua warga binaan dipantaunya berada di sel. Dia pun mengapresiasi kinerja Kalapas dan jajaran.
"Kalau semua jajaran bekerja sesuai aturan, yakinlah predikat WBBM akan mudah diraih. Biasakan saja kerja sesuai prosedur, tak mesti diawasi baru kerja benar," pesan Kakanwil.
Bergerak cepat, Jahari kemudian mengunjungi Lapas Perempuan Pekanbaru. Kedatangannya bersama Kepala Divisi Pemasyarakatan, Maulidi Hilal juga mengagetkan Kepala Lapas Perempuan Pekanbaru, Desy Andriyani dan jajaran.
"Petugas jangan coba-coba menyelundupkan HP untuk warga binaan, tidak boleh juga meminjamkan HP pribadinya. Ada yang berani macam-macam, saya sikat," tegasnya.
Beralih ke dapur tempat penyajian makanan, Kakanwil mengecek menu makan malam yang diberikan ke warga binaan. Setelah mencocokkannya dengan menu harian makan WBP, beliau mengingatkan agar petugas jangan sekalipun melakukan hal diskriminasi dalam pelayanan.
"Layani warga binaan dengan adil, jangan ada kongkalikong. Saya tak mau dengar ada pengaduan lagi di Lapas ini," ucapnya.
Setelah memastikan penghuni Lapas tidak ada yang berkeliaran di luar selnya, Kakanwil pun berterima kasih kepada jajaran lapas.
"Bekerjalah dengan berintegritas dan profesional. Insya Allah, predikat WBK pasti diraih," sebutnya.
Sebelum meninggalkan Lapas Perempuan Pekanbaru, Kakanwil berpesan kepada Petugas Pintu Utama (P2U) untuk selalu mencatat lalu lintas orang dan barang yang masuk.
"Selalu beri informasi kepada atasan anda. Ingat, jangan coba-coba keluarkan WBP tanpa izin tertulis dari kalapas," tutup Jahari mengingatkan petugas.

