ROHIL - Lembaga Tepak Sirih bersama Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Rokan Hilir menggelar workshop Tari Tradisional bertempat di Kepenghuluan Melayu Besar Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan (TPTM) Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau, pada Kamis sampai dengan Sabtu (17/2/2022).
Kegiatan ini diikuti sebanyak 40 peserta yang terdiri dari utusan SLTP, SLTA dan Sanggar se Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau.
Ketua Lembaga Tepak Sirih Rahmat Pantun mengatakan kegiatan ini adalah salah satu program kerja Lembaga Tepak Sirih bekerjasama dengan Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Rokan Hilir.
“Setelah mengikuti kegiatan workshop ini para peserta bukan hanya bisa melatih saja, tetapi juga bisa menciptakan karya seni tari, musik maupun sastra, dan saya mengucapkan terimakasih kepada kepada para Sponsor dan Pembina yang sudah membantu kami seperti Bang Dodi dan Kak Elfa Rinda Anggota DPRD Kabupaten Rokan Hilir yang sudah membantu kami" ujar Rahmat Pantun.
Ia mengaku akan menggelar kembali kegiatan ini 5 bulan ke depan sehingga hasil karya para peserta workshop bisa dilombakan.
“Kami akan tetap menggandeng Dewan Kesenian Daerah Kabupaten Rokan Hilir sehingga output dari pelatihan ini bisa diajarkan di Sekolah dan Sanggar yang ada wabil khusus di wilayah Kecamatan TPTM” harap Rahmat dengan melempar senyumnya kepada masyarakat yang hadir.
Sementara itu, Ketua Umum Dewan Kesenian Daerah Kabupaten Rokan Hilir Delsi Hendria.Amd.Sn mengatakan, kegiatan ini adalah untuk membangun sinergitas antara Dewan Kesenian Daerah dan Lembaga Tepak Sirih guna menambah wawasan tentang kesenian khususnya Seni Tari Tradisional.
“Jadi kami dari Dewan Kesenian Daerah Kabupaten Rokan Hilir sangat mendukung kegiatan Workshop ini,"ujar Delsi yang di nobatkan sebagai narasumber bersama Mama Meliza Mazlan selaku Ketua Komite Tari DKD Rokan Hilir.
Saat Pembukaan Workshop ikut hadir Perwakilan Danramil 002 Tanah Putih ,Pengurus Lembaga Tepak Sirih, Pengurus Dewan Kesenian Daerah Kabupaten Rokan Hilir, Pengurus Lembaga Adat Melayu, dan Guru guru sekolah serta Peserta worshop Tari Tradisional.

