Mengungkap Bangkai

Akhirnya Pencemar Lingkungan Ini Terkulai Kepergok Warga

Nampak pelaku yang dipergoki warga

INHU - Sudah lama nian sekawanan pelaku pelaku pencemaran lingkungan ini di intai massa. Hingga pada akhirnya, Rabu (12/1/2022) sekira pukul 18.00 WIB , salah satunya berhasil dipergoki warga setempat.

Pelaku mengaku tidak hanya dia melakukan tindakan kurang baik itu. Pelaku yang berinisial HB mengaku jika tindakan membuang sampah sembarangan di area pemukiman penduduk itu karena diperintahkan bosnya.

HB mengatakan jika bosnya itu adalah pemilik rumah makan AD di desa Kuala Kilan. Si Bos berinisial IC. Menurut penjelasan HB prilaku tak terpujinya itu ia lakukan karena diperintah si Bos.

" sampah ini limbah rumah makan si bos, dan beliau yang meminta saya membuang ke sini " ujar HB saat ditanya awak media ini.

HB terkulai lesu bercampur bingung manakala banyak warga setempat menghardik dan membentak bentak. Menurut warga setempat, Udin saat ada di tempat kejadian mengaku telah lama mengintai anak anak sampah tersebut.

" lama sudah kami mengintai mereka mas, akibat sampah sampah yang di buang ini pemukiman kami dicemari oleh bau busuk " tuturnya.

Lokasi tempat kejadian itu berada di pinggir jalan penghubung desa Kuala Kilan dan desa Bukit Lipai Kecamatan Batang Cenaku kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).

Secara kronologis dituturkan sebagian massa atas kejadian kepergok basah pelaku. Diawali seorang warga desa Bukit Lipai, Catur (36) yang tengah mengendarai motor dari desa Kuala Kilan sekira pukul 17.30 WIB.

Saat itu tiba tiba Catur melihat sepasang muda mudi tengah berdiri di tempat pembuangan sampah yang mengakibatkan pemukiman berbau tidak sedap itu. Sepasang muda mudi itu tepat berdiri di bibir lembah yang berada di samping kanan jalan.

Kedua muda mudi itu tengah bergerak membuang sampah. Tak sabar dibuatnya, Catur segera menghentikan motor. Kemudian Catur bertanya siapa, darimana, dan mengapa prilaku itu dilakukan sepasang muda mudi itu.

Ternyata sepasang muda mudi itu mengaku hanya suruhan si Bos pemilik rumah makan di desa Kuala Kilan. Beberapa saat kemudian, tiba tiba seorang pria berseragam mirip doreng datang. Pria berseragam mirip doreng itu ikut membantu Catur mengoreksi pelaku. Pria itu mengaku sebagai anggota Ikatan Pemuda Karya (IPK) setempat.

Sepeminuman teh berlalu tempat itu ramai dikunjungi massa. Kebetulan tempat itu adalah jalan poros kecamatan yang jadi lalulintas masyarakat. Pria berseragam IPK itu kemudian membantu pelaku dan massa menyelesaikan perkara ditempat.

Sembari pergi karena sudah larut malam, pria yang mengaku datang dari insan IPK itu pun menghubungi kepala desa Aur Cina Suherman S.kep.Ns. Dalam teleponnya anggota IPK itu meminta Kades sebagai penguasa TKP harus memanggil para pelaku yang terlibat.

Sebelum pergi pria berseragam IPK itu juga meminta sementara pelaku membersihkan tumpukan sampah yang bau. Sedikit intervensi, pria itu mengatakan jika tidak dibersihkan ia akan segera melaporkan kejadian itu ke Polisi. Mengingat ia sudah menyimpan video kejadian secara akurat.

" ingat ya dik, kalian harus minta maaf pada warga. Kalian juga harus membersihkan tempat ini dan berjanji tidak mengulangi perbuatan. Jika tidak lihat saja nanti " ujar si pria yang nampaknya buru buru ingin pulang itu.

Kades Aur Cina Suherman S.kep.Ns saat dikonfirmasi awak media ini membenarkan telah ada pemergokan massa atas pelaku pelaku yang kurang bertanggung jawab itu. Suher, sapaan akrab Kades berencana akan memanggil pemilik rumah makan yang dimaksud HB.

" besok akan saya panggil mereka. Terkait prilaku ini semoga jadi pelajaran yang lain dan semoga sangsi moral akan membuat mereka jera " tutupnya. (by)






[Ikuti RiauKarya.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar