Siaga Desa

Cukup Dari Hati ke Hati, Akhirnya Desa Ini Bisa Beli Ambulance

Kades Bukit Lipai Indro Suryo Wibowo S.Sos saat mengecek mobil ambulance desa

INHU - Dikutip dari hati ke hati akhirnya desa Bukit Lipai Kecamatan Batang Cenaku kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) berhasil sudah membeli mobil ambulance baru.

Mengapa? Sebab, idaman masyarakat yang ini sudah lama nian diimpikan, yakni desa nya bisa memiliki armada yang dikenal dengan pengangkut jenazah itu.

Tahun tahun sebelumnya impian tersebut acap kali hampir terealisasi dengan andalan banyaknya dana desa yang tergelontor dari pemerintah. Namun seiring berjalannya waktu dan perubahan dalam peraturan, ternyata pembelian ambulance dengan anggaran dana desa,baik sumber APBN / APBD dikabarkan menyalah dari petunjuk teknis penggunaan anggaran.

Walhasil, desa Bukit Lipai melalui jejak pendapat forum musyawarah perencanaan pembangunan jangka menengah pun terlaksana. Dibawah koordinasi Kepala desa Indro Suryo Wibowo S.Sos dan team Badan Permusyawaratan Desa (BPD) tercetuslah spekulasi masyarakat setempat.

Spekulasi tersebut adalah pengadaan mobil ambulance dengan memakai anggaran swadaya. Swadaya dikutip dari hati ke hati masyarakat desa yang diajak rembug apa adanya. Artinya, setelah rembuk matang, maka niat pembelian mobil ambulance itu disetujui dengan tulus ikhlas oleh semua masyarakat.

" masing masing masyarakat rela dipungut iyuran bulanan hingga 3 bulan lamanya untuk membantu harapan ini dan alhamdulillah kita berhasil mengumpulkan dana sesuai jumlah yang kita butuhkan " kata Kades saat dikonfirmasi awak media ini, Kamis (12/1/2022) malam melalui bia seluler.

Bowo, demikian sapaan akrab Kades juga mengungkapkan rasa terimakasih pada seluruh masyarakat desa yang ia pimpin. Dengan kegigihan masyarakat dan ketelaannya mobil ambulance yang didamba desa selama ini terwujud sudah.

Kades menjelaskan jika mobil ambulance yang baru saja dibeli itu berharga 271 juta rupiah. Kades juga mengungkapkan keinginan atas hasil jerih payah masyarakatnya itu. Menurutnya, hasil yang sudah terwujud itu hendaknya dijaga dengan baik dan dimanfaatkan tepat sasaran.

Kata Bowo lagi,masyarakat desa erat kaitanya dengan gotong royong, hal ini tercermin dari sistem pengadaan ambulance desa Bukit Lipai. Dalam rangka mengupayakan kesehatan masyarakat, terlebih saat pandemi Covid-19 menerpa, masyarakat desa Bukit Lipai mengalami sedikit kesulitan saat membutuhkan pelayanan ambulan yang tersedia di faskes pemerintah terdekat.

Hal ini karena jadwal yang sangat padat dan ambulan tersebut melayani 10 desa maka kita maklum akan hal itu. Kondisi yg seperti ini menggugah hati masyarakat untuk segera melakukan musyawarah khusus untuk pengadaan ambulan.

Kades menambahkan, penujukan ketua KUD Koprasi Rahayu Makmur (KRM) Waljanto sebagai ketua TIM pengadaan. Disepakati pengadaan dengan sistem swadaya masyarakat desa Bukit Lipai yaitu dengan iuran Petani sawit Plasma dan warga non plasma selama 3 kali setiap akhir bulan sehingga dapat terbeli 1 Unit Ambulan Suzuki APV Luxury dengan harga Rp 271.100.000.

Dengan demikian ucapan terimakasih kepada seluruh warga masyarakat desa Bukit Lipai atas partisipasi dalam pengadaan Ambulan Desa. Semoga senantiasa mendatangkan manfaat untuk warga yg membutuhkan. Harapan saya seluruh masyarakat senantiasa di berikan kesehatan sehingga kita hanya ingin membeli tapi tidak ingin untuk memakainya.

" saya sangat berharap, kontrol fisik mobil harus selalu dilakukan oleh pihak yang sudah dipercaya mengelolanya nanti. Sarana ini juga mesti dipergunakan sesuai fungsinya demi kebutuhan seluruh masyarakat kita. Meski sudah ada ambulan tapi saya tidak berharap warga saya sakit. Biarlah buat pelengkap kesiagaan kami sebagai pelayan masyarakat " tutupnya.(by)






[Ikuti RiauKarya.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar