IYS Sambangi dan Serap Aspirasi Pedagang Pasar Agus Salim yang Lapaknya Dibongkar

IYS berdialog dengan para pedagang pasar Agus Salim.

PEKANBARU - Buntut dari pembongkaran lapak pedagang di Pasar Agus Salim Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi Partai Golkar yang juga merupakan Ketua DPD APPSI (Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonsia)  Kota Pekanbaru, Ida Yulita Susanti (IYS) turun tangan. Ida menyambangi pedagang pasar Agus Salim (Sukaramai) pada Sabtu (20/11) pagi.

Kedatangan IYS menemui para pedagang di  pasar Agus Salim guna mengetahui keluh kesah dari pedagang terkait pembongkaran lapak mereka yang dilakukan oleh Satpol PP Kota Pekanbaru pada Kamis (18/11).

Tampak jelas di lapangan para pedagang menyambut baik kedatangan anggota Dewan dari Fraksi Golkar yang juga Ketua APPSi tersebut. Mereka menyampaikan beberapa keluhan dan aspirasi terkait lapak atau tempat jualan mereka yang sudah dibongkar.

Kepada pedagang Ida menyampaikan, dirinya akan mempertanyakan surat dari pemko terkait pembongkaran dan status yang mereka anggap pasar ini liar, padahal pemungutan retribusi kepada pedagang tetap berjalan, "saya menghimbau kepada pedagang untuk bersabar," ungkapnya.

Para pedagang menolak pindah di Pasar Impres. Mereka menilai bahwa gedung di pasar Impres tersebut tidak layak dan tidak memadai untuk ditempati.

”Kami dipindahkan untuk berjualan di gedung ini, coba lihat sendiri kondisi gedung ini bang, gedung ini tidak layak ditempati karena ukuranya kecil, goyang, tidak kokoh, lantai pada hancur, atap pada bocor,” keluh ibu Sirait salah seorang pedagang kepada awak media.

Hal senada juga di sampaikan Ibu Diana bahwa pasar inpres itu tidak cukup untuk tempat jualan mereka, dan bangunannya juga goyang, “Masa iya bang kami di pindahkan ke sini, gedung ini kecil kali, bisa bisa ambruk,” tuturnya.

Menyikapi keluhan para pedagang tersebut IYS menyampaikan,” Kita dari APPSI akan meminta pertanggungjawaban dari mereka atas apa yang dilakukan beberapa hari yang lalu kepada pedagang yang telah merugikan baik materil atau moril," ujarnya.

Ditambahkan Ida, pada dasarnya persoalan pasar ini urusan Komisi II, tapi karena saya selaku ketua APPSI akan meminta dulu pertanggungjawaban mereka, "serta akan meminta mereka melihat tempat relokasi para pedagang, apa sudah layak apa belum," pungkas Ida Yulita Susanti.






[Ikuti RiauKarya.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar