Mengutamakan Kesetaraan, Sepak Bola CP Mulai Pertandingan Siang Ini

JAYAPURA - Cabang olahraga sepak bola cerebral palsy (CP) pada Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2021 Senin (8/11/2021) ini akan mulai menggelar pertandingan perdana mereka. Lokasi pertandingan berada di Stadion Mahachandra, kampus baru Universitas Cenderawasih, Distrik Heram, sekitar 35 kilometer dari pusat Kota Jayapura.

Laga pertama akan dilaksanakan pada pukul 14.00 WIT mempertemukan tuan rumah Papua melawan Jawa Timur. Tim Mutiara Hitam akan memakai kostum kaus hitam-merah dan celana hitam, sedangkan tim tamu berkostum serba putih.

Pada laga kedua sekitar pukul 16.00 WIT, juara bertahan Kalimantan Selatan menghadapi Jawa Barat. Kalsel akan turun dengan kostum kebesarannya kuning-hitam-hitam dan Jabar akan tampil identik serba biru khas Si Pangeran Biru.

Sepak bola CP pada Peparnas XVI Papua hanya akan diikuti oleh empat tim termasuk tuan rumah. Mereka akan saling bertemu dalam sistem setengah kompetisi atau round robin. Partai final 13 November 2021 nanti akan mempertemukan peringkat pertama melawan urutan kedua sedangkan perebutan perunggu akan dilakukan antara urutan ketiga menghadapi peringkat keempat.

Sejumlah kesepakatan terungkap sebagai hasil pertemuan teknis (technical meeting) perwakilan ofisial dari keempat kesebelasan bersama delegasi teknis pertandingan (technical delegate) di Hotel Jasmine, Kota Jayapura, Sabtu (6/11/2021) malam. Pertemuan tersebut dipimpin Technical Delegate Pomo Wari Hadi dari Komite Nasional Paralimpik Indonesia (NPCI).

Salah satunya adalah mengenai susunan pemain berdasarkan pada hambatan kondisi fisiknya. Untuk penjaga gawang dan pemain bertahan (defender) adalah penyandang disabilitas dengan hambatan fisik (tuna daksa). Kemudian dalam setiap tim harus ada satu pemain FT1 skala berat, FT2 skala sedang, dan FT3 skala ringan. Di samping itu pemain tuna daksa dalam setiap tim tidak boleh bertukar posisi di tiap pertandingan untuk menjaga fair play.

"Ini adalah pertandingan dengan aturan main berdasarkan NPCI dan mengedepankan kesetaraan. Tiap pertandingan hanya boleh dilakukan lima kali pergantian pemain. Setiap pemain hanya boleh diganti dengan yang setara, misalnya pemain FT1 keluar maka penggantinya harus pemain FT1 juga," kata Pomo. Ia juga mengingatkan kepada tim yang berlaga agar sudah berada di lokasi pertandingan dua jam sebelumnya untuk proses penyesuaian kondisi lapangan. Selain itu agar tidak terlambat karena lokasi penginapan para pemain berada cukup jauh dari venue Stadion Mahachandra dengan jarak tempuh sekitar 30 menit.

Ketua Komisi Wasit Achmad Toharya dari Sulawesi Selatan mengatakan bahwa seluruh pertandingan harus mengedepankan fair play di mana keputusan pengadil lapangan adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. Achmad juga berpesan agar memperhatikan betul protokol kesehatan. 

"Saya ingatkan kepada seluruh pemain dan ofisial karena masih dalam masa pandemi, agar tetap memakai masker ketika memasuki dan meninggalkan tempat pertandingan. Bagi ofisial, selama di bangku pemain tidak boleh melepas masker dan harus menjaga jarak," kata Achmad.

Ofisial Jabar, Bintang berharap pertandingan dapat berlangsung fair play dan semua tim bisa menerima hasil di lapangan hijau. Hal serupa juga dikatakan arsitek tim Kalsel, Berani yang menyebut pertandingan di Papua akan menjadi sejarah bagi provinsi paling timur di Indonesia itu. "Ini akan menjadi sejarah bagi saudara-saudara kami di Papua karena mereka akan tampil di depan publik sendiri dan tentu hal itu akan membuat pertandingan menjadi lebih seru," katanya.

Ketua Panitia Pelaksana, Jan Rumbini mengatakan, venue pertandingan sudah siap untuk dipakai bertanding. Pihaknya juga telah menyediakan lokasi latihan di lapangan milik Kodam XVII Cenderawasih. "Semua tim sudah menjajal latihan dan kami berikan porsi waktu masing-masing satu jam setiap hari," kata Jan.

Partai final akan diadakan pada 13 November 2021 mempertemukan peringkat pertama melawan urutan kedua. Pada 10 November 2021 digelar partai memperebutkan medali perunggu antara peringkat ketiga dan keempat.

Kepala Polsek Heram, Inspektur Satu Franky Rumbiak mengatakan, pihaknya telah menyiapkan pengamanan berkekuatan total 89 orang terdiri dari personel TNI dan Polri serta petugas Satuan Polisi Pamong Praja. "Kami akan menerapkan pembatasan jumlah penonton yakni hanya 25 persen dari kapasitas total tempat duduk. Ini sesuai imbauan Kapolres Jayapura Kota," katanya.(rilis)






[Ikuti RiauKarya.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar