Turnamen Bola di Batang Cenaku, Aur Cina vs Petonggan FC, Ricuh

Eka saat akan dilarikan kerumah sakit
INHU - Turnamen Open Cup Peringatan Hari Jadi Desa Bukit Lingkar, Kecamatan Batang Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) berlangsung semarak. Diikuti oleh sejumlah tim se-wilayah maupun luar Kecamatan. Namun baru memasuki beberapa hari, ajang turnamen yang digelar di lapangan hijau desa tersebut diwarnai kisruh antara pemain dengan suporter saling baku hantam.
 
Perkelahian itu terjadi saat laga antara tim Aur Cina FC dari Kecamatan Batang Cenaku melawan Petonggan FC dari Kecamatan Rakit Kulim. 
 
Semula pertandingan berjalan aman. Kedua tim enjoy bermain hingga turun minum dengan skor 2 - 0 untuk Petonggan FC.  Namun diawal babak ke dua muncul keributan pemain akibat salah satu pelanggaran yang dilakukan oleh pemain Petonggan FC yang menginjak kaki salah satu pemain Aur Cina FC, hingga para pemain saling tarik baju.
 
Melihat temannya ditarik-tarik bajunya, sang kiper Petonggan FC, Eka pun meradang lalu memukul salah satu pemain Aur Cina FC. Kemudian terjadilah keributan lebih besar antar pemain di tengah lapangan. 
 
Melihat para pemain saling adu jotos, para suporter dari kedua belah pihak pun berhamburan ke lapangan dan ikut melakukan aksi baku hantam.
 
Akibat insiden tersebut seorang pemain Aur Cina FC, Suhardi mengalami luka di wajahnya, sementara sang kiper Petonggan FC, Eka menderita luka serius hingga dilarikan dengan ambulans ke Rumah Sakit. Pertandingan akhirnya dihentikan oleh panitia.
 
Ketua Panitia Turnamen, Agus saat dikonfirmasi riaupotenza.com mengaku sangat menyayangkan kejadian tersebut. Agus berharap semoga kejadian brutal itu tak terulang lagi dalam turnamen yang masih harus digelar dalam jangka panjang ke depan. “ Ya sangat disayangkan dan semoga tidak ada lagi gaduh yang terjadi,” ungkapnya.
 
Kepala Desa Bukit Lingkar, Sumiarso Siman saat dikonfirmasi awak media ini membenarkan kejadian tersebut. Menurut Sumiarso, sangat jauh dari harapan sesungguhnya pihaknya menggelar acara yang sejatinya bertujuan untuk mempererat tali persahabatan antar masyarakat dan desa. 
 
Sumiarso juga mengaku telah meminta kepolisian setempat mengamankan turnamen yang masih berlangsung. Kepada suporter, Kades berharap kiranya benar-benar menjadi suporter yang sportif.”Saya berharap suporter sportif, tidak terbawa arus keributan,” pintanya.
 
Kapolsek Batang Cenaku, AKP.H.Arsyad saat dikonfirmasi riaupotenza.com juga membenarkan insiden di pertandingan bola Desa Bukit Lingkar itu. 
 
Menurut Arsyad , turnamen adalah ajang persahabatan hingga tak patut jika diwarnai keributan. Arsyad juga akan melakukan pantauan secara kontinyu suasana di lokasi pertandingan. Terkait kejadian, pihaknya masih menunggu laporan siapa yang merasa benar. (riaupotenza)





[Ikuti RiauKarya.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar