Literasi Digital Bengkalis: Aman Saat Belanja Online

BENGKALIS - Sesuai dengan arahan Bapak Presiden Republik Indonesia tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital, maka Kementerian Komunikasi dan Informatika selain meningkatkan infrastruktur digital, juga melakukan program pengembangan sumber daya manusia talenta digital. 

Kemkominfo melalui Direktorat Pemberdayaan Informatika, Ditjen Aptika memiliki target hingga tahun 2024 untuk menjangkau 50 juta masyarakat agar mendapatkan literasi di bidang digital dengan secara spesifik untuk tahun 2021. 

Target yang telah dicanangkan adalah 12,5 juta masyarakat dari berbagai kalangan untuk mendapatkan literasi di bidang digital. Hal ini menjadi sangat penting untuk dilakukan mengingat penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi dan Internet saat ini sudah semakin masif dan pentingnya peningkatan kemampuan dan pemahaman masyarakat dalam penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan internet yang benar melalui implementasi program literasi digital di daerah. 

4 pilar digital yang diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Kecakapan Digital, Keamanan Digital, Etika Digital dan Budaya Digital dimana masing masing kerangka mempunyai beragam tema.

Pada, Rabu 11 Agustus 2021 pukul 13.30 WIB, acara Webinar digelar di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

Sebagai Keynote Speaker, Gubernur Provinsi Riau yaitu, Drs. H. Syamsuar, M.Si memberikan sambutan tujuan Literasi Digital agar masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital, bermanfaat dalam membangun daerahnya masing masing oleh putra putri daerah melalui digital platform. Presiden RI, Bapak Jokowi juga memberikan sambutan dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.

VIRIENIA PUSPITA (Senior Lecturer Binus University), pada sesi KECAKAPAN DIGITAL. Virienia memaparkan tema “TIPS DAN TRICK BERTRANSAKSI SECARA DIGITAL DENGAN MUDAH DAN AMAN”. 

Dalam pemaparannya, Virienia menjabarkan kelebihan belanja online antara lain, praktis dan efisien, pilihan yang bervariasi, banyak promo, dan sistem pembayaran lebih mudah. Kekurangan belanja online meliputi, bisa mengganggu manajemen keuangan, barang yang diterima tidak sesuai ekspetasi, cenderung membeli barang yang tidak diperlukan, dan rawan penipuan. Ciri-ciri penipuan online meliputi, akun media sosial baru dibuat, mematikan kolom komentar, harga barang jauh lebih murah, menolak kirim foto, dan informasi produk yang minim. 

Tips aman bertransaksi dengan cara, belanja di situs terpercaya, cek teliti akun media sosial penjual, pastikan keaslian foto barang dan identitas, pastikan jasa pengiriman, meminta lokasi terkini, serta pastikan nomor rekening tidak pernah dilaporkan pada website cekrekening.id. Alur belanja online yang aman dengan memperhatikan sebagai berikut, hindari penggunaan wifi publik, gunakan situs belanja terpercaya, pilih seller dengan reputasi terbaik, perhatikan deskripsi produk dengan teliti, gunukan rekening khusus, dan simpan bukti transaksi. 

Dilanjutkan dengan sesi KEAMANAN DIGITAL, oleh SARI MONIK AGUSTIN (Dosen Universitas Multimedia Nusantara dan Anggota Japelidi). Sari mengangkat tema “MEMAHAMI ATURAN PERLINDUNGAN DATA PRIBADI”. 

Sari menjelaskan identitas digital merupakan identitas seseorang sebagai pengguna platform media digital, ada yang terlihat dan ada yang tidak terlihat serta data pribadi umum dan data pribadi khusus. Kadang masyarakat sendiri secara tidak sadar telah membocorkan data pribadi. Potensi kejahatan dengan data pribadi, antara lain jual beli data, profiling untuk target politik atau iklan di media sosial, dan sebagainya. Masyarakat perlu mengedukasi diri tentang fitur-fitur keamanan digital. Jika masyarakat teredukasi, maka masyarakat bisa menghindari hal-hal yang tidak tidak diingingkan. 

Tips melindungi data pribadi di internet, meliputi gunakan password yang kuat, lakukan pengaturan privasi di setiap akun media sosial yang digunakan, tidak memberika data pribadi terlalu banyak di media sosial, pastikan akses yang diminta oleh aplikasi yang baru diunduh, serta hindari melakukan transaksi keuangan ketika menggunakan wifi publik.

Sesi BUDAYA DIGITAL, oleh QISHATUL IFKI (Film Maker dan Ketua KOMFEK). Ifki memberikan materi dengan tema “PERAN LITERASI UNTUK MENGUBAH MINDSET KONSUMTIF MENJADI LEBIH PRODUKTIF”. 

Ifki menjelaskan literasi digital, merupakan pengetahuan serta kecakapan pengguna dalam memanfaatkan media digital, seperti alat komunikasi dan jaringan internet. Definisi mindset konsumtif, pola pikir ingin terus belanja, pola pikir yang memaksakan membeli sesuatu, serta pola pikir yang mengutamakan gaya hidup atau gengsi. Definisi mindset produktif, pola pikir untuk terus menghasilkan sesuatu karya yang bersifat positif, bermanfaat bagi diri sendiri maupun bagi lingkungan. 

E-commerce yang paling dicari masyarakat dalam setahun ini ialah, shopee, tokopedia, lazada, bukalapak, dan JD.ID. Transaksi e-commerce mencapai 70 triliun pada tahun 2020, dengan persentase 11,2%  populasi Indonesia melakukan pembelian online. Cara membangun midset produktif antara lain, biasakan untuk membeli berdasarkan manfaatnya, sebisa mungkin usahakan membeli sesuatu dengan tunai atau cash bukan cicil, sekarang lebih baik daripada tidak pernah, serta di era digital seperti ini seseorang dapat menjadi apa saja dan berbuat apa saja. 

Narasumber terakhir pada sesi ETIKA DIGITAL, oleh SYUKRAN SETIAWA (Duta Rumah Belajar Nasional Provinsi Riau dan Guru TIK SMAN 2 Bengkalis). Syukran mengangkat tema “ETIKA MENGHARGAI KARYA ATAU KONTEN ORANG LAIN DI MEDIA SOSIAL”. 

Syukran menjelaskan Etika literasi digital merupakan konsep dan praktik yang bukan sekadar menitikberatkan pada kecakapan untuk menguasai tekonologi, akan tetapi juga bijak bermedia digital dengan penuh tanggung jawab. Masalah yang sering terjadi di media sosial terkait karya konten yaitu plagiarisme dan pembajakan, bullying, boikot, serta apatisme. 

Etika menghargai karya atau konten orang lain, dengan cara memberi komentar positif, tidak memberi komentar negatif, memberi masukan membangun, tidak melakukan plagiarisme atau menjiplak, serta memberikan apresiasi. Menghargai karya sebagai bentuk penerapan literasi digital. Kemampuan menggunakan media sosial secara cerdas dan bijak, mengakses, menggunakan sesuai keperluannya dan mampu berkreasi yang bermanfaat serta bijak bermedia sosial.

Webinar diakhiri, oleh NANIA YUSUF (Musisi dan 3rd Winner Indonesian Idol 2004 dan Influencer dengan Followers 31,7 Ribu). 

Nania menyimpulkan hasil webinar dari tema yang sudah diangkat oleh para narasumber, berupa tips aman bertransaksi dengan cara, belanja di situs terpercaya, cek teliti akun media sosial penjual, pastikan keaslian foto barang dan identitas, pastikan jasa pengiriman, meminta lokasi terkini, serta pastikan nomor rekening tidak pernah dilaporkan pada website cekrekening.id. 

Tips melindungi data pribadi di internet, meliputi gunakan password yang kuat, lakukan pengaturan privasi di setiap akun media sosial yang digunakan, tidak memberika data pribadi terlalu banyak di media sosial, pastikan akses yang diminta oleh aplikasi yang baru diunduh, serta hindari melakukan transaksi keuangan ketika menggunakan wifi publik.

Cara membangun midset produktif antara lain, biasakan untuk membeli berdasarkan manfaatnya, sebisa mungkin usahakan membeli sesuatu dengan tunai atau cash bukan cicil, sekarang lebih baik daripada tidak pernah, serta di era digital seperti ini seseorang dapat menjadi apa saja dan berbuat apa saja. 

Etika menghargai karya atau konten orang lain, dengan cara memberi komentar positif, tidak memberi komentar negatif, memberi masukan membangun, tidak melakukan plagiarisme atau menjiplak, serta memberikan apresiasi. (rilis)
 






[Ikuti RiauKarya.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar