Literasi Digital Kuantan Singingi: Kesiapan Masyarakat dalam Menghadapi Transformasi Digital

KUANSING - Sesuai dengan arahan Bapak Presiden Republik Indonesia tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital, maka Kementerian Komunikasi dan Informatika selain meningkatkan infrastruktur digital, juga melakukan program pengembangan sumber daya manusia talenta digital. 

Kemkominfo melalui Direktorat Pemberdayaan Informatika, Ditjen Aptika memiliki target hingga tahun 2024 untuk menjangkau 50 juta masyarakat agar mendapatkan literasi di bidang digital dengan secara spesifik untuk tahun 2021. 

Target yang telah dicanangkan adalah 12,5 juta masyarakat dari berbagai kalangan untuk mendapatkan literasi di bidang digital. Hal ini menjadi sangat penting untuk dilakukan mengingat penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi dan Internet saat ini sudah semakin masif dan pentingnya peningkatan kemampuan dan pemahaman masyarakat dalam penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan internet yang benar melalui implementasi program literasi digital di daerah. 

4 pilar digital yang diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Kecakapan Digital, Keamanan Digital, Etika Digital dan Budaya Digital dimana masing masing kerangka mempunyai beragam tema.

Pada, Jumat 13 Agustus 2021 pukul 09.00 WIB, acara Webinar digelar di Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau.

Sebagai Keynote Speaker, Gubernur Provinsi Riau yaitu, Drs. H. Syamsuar, M.Si memberikan sambutan tujuan Literasi Digital agar masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital, bermanfaat dalam membangun daerahnya masing masing oleh putra putri daerah melalui digital platform. Presiden RI, Bapak Jokowi juga memberikan sambutan dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.

AGUNG ILHAM TRIANA (Dosen STP Bandung dan Dosen Luar AKPAR NHI), pada sesi KECAKAPAN DIGITAL. Agung memaparkan tema “GO CASHLESS: JENIS-JENIS TRANSAKSI DIGITAL DI ERA NEW NORMAL”. 

Dalam pemaparannya, Agung menjelaskan cashless adalah sistem pembayaran tanpa uang tunai, sesuai dengan arti secara harfiah yang berarti tidak atau tanpa menggunakan uang tunai. Cashless mengacu pada pembayaran yang berbentuk digital. Sistem pembayaran cashless juga sudah diterapkan di Indonesia. 

Banyak masyarakat yang juga sudah menggunakan dan memilih metode pembayaran cashless. Salah satu contohnya adalah e-money, saat ini juga telah banyak beredar metode pembayaran lainnya, yaitu e-wallet atau dompet digital. Di Indonesia, sudah banyak e-wallet yang beredar di Indonesia seperti T-Cash, OVO, Go-Pay, DANA, dan sebagainya.

Metode pembayaran digital ini banyak digemari masyarakat Indonesia. Dengan metode pembayaran ini, masyarakat tidak perlu lagi membawa uang tunai yang terlalu banyak ketika bepergian. Metode pembayaran ini juga telah didukung oleh pemerintah Indonesia. Kelebihan cashless, antara lain praktis, tidak memerlukan kembalian, terdapat promo menarik, pengelolaan keuangan ke kontrol, serta meminimalisir pencurian. Kekurangan cashless, diantaranya lebih boros, rentan kejahatan digital, memrlukan pemahaman teknologi, serta terbatas.

Dilanjutkan dengan sesi KEAMANAN DIGITAL, oleh CHIKA AUDIKA (Co-Founder dan CMO of Bicara Project). Chika mengangkat tema “TIPS DAN PENTINGNYA INTERNET SEHAT”. 

Chika membahas manfaat internet sebagai kegiatan bisnis, memenuhi kebutuhan, mencari hiburan, personal branding, memperluas jaringan, dan media belajar. Beberapa cara untuk menjaga diri tetap sehat di dunia maya antara lain, memilih konten-konten yang baik untuk dikonsumsi. waspada virus malware, spyware, dan adware. Membatasi informasi pribadi atau keluarga. Melatih diri menggunakan produk digital. 

Memanfaatkan kekuatan dunia digital. Menghindari emosi negatif dan mencurahkan energy positif. Serta, tidak mengakses konten illegal seperti, pornografi, SARA, dan perjudian. 

Menjaga diri untuk tetap sehat di dunia nyata juga tidak kalah penting seperti, berolahraga, mengonsumsi makanan sehat, dan menjadi masyarakat ramah. Manfaat internet sehat dapat dirasakan pada bisnis yang sedang dijalani, kehidupan yang senang, koneksi pertemanan yang semakin meluas, serta menciptakan personal branding yang baik di dunia maya.

Sesi BUDAYA DIGITAL, oleh SIRAJUDDIN (CEO Teens Pro Indonesia dan Penulis Buku Wow Public Speaking). Sirajuddin memberikan materi dengan tema “PERAN LITERASI DIGITAL UNTUK MENGUBAH MINDSET KONSUMTIF MENJADI LEBIH PRODUKTIF”. 

Sirajuddin menjelaskan pengertian internet, merupakan sebuah jaringan komputer global yang saling terhubung tanpa batas ruang dan waktu untuk memberikan informasi berupa teks, gambar, suara, dan video secara cepat dan mudah. 

Dampak internet pada bidang ekonomi dan bisnis meliputi, memberikan kemudahan untuk mempertemukan penjual tanpa batas ruan dan waktu serta membentuk pasar sempurna dan juga memberika kemudahan untuk melakukan pembayaran dan penerimaan bayaran tanpa batas ruang dan waktu. 

Cara sederhana menjadikan lebih produktif dengan cara membuka membuka bisnis online sesuai dengan hobi, dengan modal memiliki akun media sosial, memiliki akun e-commerce, manajemen waktu dan keuangan, respon cepat, kepercayaan, dan santun, serta serius dan dinamis. Data e-commerce Indonesia yang paling banyak digunakan oleh masyarakat ialah, tokopedia, bukalapak, shopee, lazada, blibli, JD.ID, dan lain sebagainya.

Narasumber terakhir pada sesi ETIKA DIGITAL, oleh NS. ARI PRISTIANA DEWI (Dosen Unri dan Profesional Public Speaking Trainer KITA Center). Ari mengangkat tema “SEXUAL HARASSMENT DALAM DUNIA DIGITAL”. 

Ari menjelaskan sexual harassment atau pelecehan seksual adalah semua tingkah laku seksual atau kecenderungan untuk bertingkah laku seksual yang tidak diinginkan olehseseorang baik verbal atau fisik yang menurut si penerima tingkah laku sebagai merendahkan martabat, penghinaan, intimidasi, atau paksaan. 

Contoh pelecehan seksual di era digital, meliputi perundungan dengan menggunakan aspek tubuh, melakukan stalking yang membuat seseorang tidak nyaman di media sosial, penyebaran konten terkait korban, serta mengirim pesan atau komentar yang berbau seks. 

Cara menghindari pelecehan seksual di media sosial, antara lain blokir konten online yang menggambarkan perempuan sebagai objek seksual, pikirkan baik-baik ketika mengirimkan foto kepada siapapun, blokir akun yang kirim pesan mengganggu seperti ancaman atau ujaran kebencian, serta berikan dukungan kepada para penyintas kekerasan seksual di dunia maya.

Webinar diakhiri, oleh RANI YULIYANTI (Influencer dengan Followers 22,2 Ribu). 

Rani menyimpulkan hasil webinar dari tema yang sudah diangkat oleh para narasumber, berupa metode pembayaran digital banyak digemari masyarakat Indonesia. Dengan metode pembayaran ini, masyarakat tidak perlu lagi membawa uang tunai yang terlalu banyak ketika bepergian. Metode pembayaran ini juga telah didukung oleh pemerintah Indonesia. 

Manfaat internet sehat dapat dirasakan pada bisnis yang sedang dijalani, kehidupan yang senang, koneksi pertemanan yang semakin meluas, serta menciptakan personal branding yang baik di dunia maya.

Cara sederhana menjadikan lebih produktif dengan cara membuka membuka bisnis online sesuai dengan hobi, dengan modal memiliki akun media sosial, memiliki akun e-commerce, manajemen waktu dan keuangan, respon cepat, kepercayaan, dan santun, serta serius dan dinamis. Data e-commerce Indonesia yang paling banyak digunakan oleh masyarakat ialah, tokopedia, bukalapak, shopee, lazada, blibli, JD.ID, dan lain sebagainya. 

Cara menghindari pelecehan seksual di media sosial, antara lain blokir konten online yang menggambarkan perempuan sebagai objek seksual, pikirkan baik-baik ketika mengirimkan foto kepada siapapun, blokir akun yang kirim pesan mengganggu seperti ancaman atau ujaran kebencian, serta berikan dukungan kepada para penyintas kekerasan seksual di dunia maya.(rilis)






[Ikuti RiauKarya.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar