Pengepul Bersaing Ketat

Harga TBS Makin Moncer

Tumpukan Tandan Buah Segar (TBS)

Harga TBS Terus Meroket, Pengepul Bersaing Ketat

INHU - Harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit semakin di depan. Bahkan untuk para pengepul buah sawit petani juga makin bersaing ketat. Bisa dibayangkan, jika hanya di angka 1800 saja sudah dibilang tinggi lalu bagaimana jika harga TBS hari ini sudah mencapai 2.200 rupiah per kilogram.

Seperti halnya penyampaian salah seorang pengepul TBS Kelapa Sawit di desa Bukit Indah kecamatan Rakit Kulim kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Gunardi. Menurut Gunardi saat dikonfirmasi awak media ini menyebut ia sudah mempersiapkan harga TBS untuk petani mandiri seharga 2.220 rupiah per kilogramnya untuk Berat Janjangan Rata Rata (BJR) 6 kg ke atas.

" Assalamu'alaikum.w.w.Terhitung mulai tanggal 11/08/2021, RAM Pak Gunardi Dk.5, Desa Bukit Indah, Harga TBS Rp.2.220/kg, BJR 6 kg ke atas buah masak dan tangkai pendek. Terimakasih semoga selalu membawa berkah buat kita. Aamiin.." demikian pemberitahuan pengepul asal desa Bukit Indah itu, Rabu (11/8/2021) sekira pukul 09.00 WIB.

Gunardi juga mengatakan , meskipun ia tinggal di kecamatan Rakit Kulim namun pengepulan TBS dibanjiri oleh masyarakat petani yang datang dari kecamatan Batang Cenaku, seperti halnya dari warga desa Bukit Lipai dan Kuala Gading kecamatan Batang Cenaku.

Salah seorang petani asal desa Bukit Lipai, Yanto mengaku demikian. Menurutnya, harga TBS saat ini sangat menyenangkan hatinya sebagai petani mandiri yang membutuhkan harga super dari pembeli. Yanto berharap kiranya harga TBS mampu bertahan dan konsisten.

" saya juga pernah menjual buah ke Pak Gunardi memang harga tinggi. Terkait tingginya harga memang bersaing sih, tapi juga pelayanan Pak Gun baik dan menyenangkan hati saya " kata Yanto.

Yono (40) menyebut, namun tingginya harga jual kelapa sawit saat ini disatroni lonjakan harga pupuk. Hingga lonjakan harga pupuk tanaman tersebut masih terkesan menghambat moncernya keberhasilan petani. Mengapa ? Pupuk adalah produk utama kebutuhan tanaman untuk pembesaran buah, pelebatan dahan ataupun penyuburan tanaman.

" sayang, dibarengi harga pupuk selangit, tentu moncernya harga buah masih dibilang tetap ada gangguan" kata Yono.

Yono menambahkan, keberadaan pupuk sangat dibutuhkan petani. Tentulah harga yang terjangkau. Bayangkan saja jika harga pupuk sejenis Natrium, Phospat dan Kalium (NPK) saja hari ini tembus 400 ribu per zak 50 kg, bagaimana petani bisa memperoleh lebih hasil kebun jika sebulan saja diperuntukan khusus buat beli pupuk.

Satu satunya andalan petani diseputar penyuburan tanaman saat ini adalah pupuk bersubsidi. Namun pupuk murah dari pemerintah yang satu ini juga sulit di dapat mengingat regulasi yang berlaku di dunia persbsubsidian, misal harus punya kartu tani ataupun terdaftar di Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), hingga terkesan langka, sedangkan faktanya masih banyak petani tak masuk data RDKK " ya akhirnya kesannya langka juga " keluhnya mengakhiri percakapan.(budi)






[Ikuti RiauKarya.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar