Genjot Hasil Panen, DKPP Rokan Hilir Dorong Sistem Pertanian Modern PM-AAS

DKPP Kabupaten Rohil menggelar sosialisasi Gerakan Tanam Padi Bersama berbasis Sistem Pertanian Modern / Alat dan Mesin Pertanian (PM-AAS).
Penulis: Abdul Arif Rusni
Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:47:43 WIB

ROKAN HILIR – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) menggelar sosialisasi Gerakan Tanam Padi Bersama berbasis Sistem Pertanian Modern / Alat dan Mesin Pertanian (PM-AAS). Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (25/7/2026) ini bertujuan untuk menggenjot produktivitas padi daerah melalui pemanfaatan teknologi modern.

Pantauan di lokasi acara menunjukkan antusiasme tinggi dari para peserta. Ruangan acara didominasi oleh Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dari berbagai wilayah di Rohil serta sejumlah pengurus Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).

Dalam sambutannya, Kepala DKPP Kabupaten Rokan Hilir, Cicik Mawardi, menegaskan bahwa sinergi dan dukungan penuh dari pemerintah sangat krusial bagi keberhasilan sektor pertanian di daerah.

"Petani tanpa ada bantuan dari pemerintah tidak akan pernah berhasil secara maksimal," ujar Cicik di hadapan para peserta sosialisasi, Sabtu (25/7/2026).

Sementara itu, perwakilan dari Kementerian Pertanian (Kementan), Agus, menyampaikan bahwa pemerintah pusat berkomitmen penuh mendorong pencapaian target Swasembada Pangan Nasional. Salah satu langkah konkretnya adalah melalui skema program PM-AAS.

"Melalui skema PM-AAS, bantuan sarana dan teknologi pertanian disalurkan guna menggenjot produktivitas hasil panen," jelas Agus dalam paparannya.

Kegiatan sosialisasi ini juga mendapat pengawalan dan dukungan dari aparat pembina desa setempat. Hadir di lokasi acara Babinsa Kepenghuluan Parit Aman Serda J. Yusrizal Purba dan Bhabinkamtibmas Bripka Suwartono. Kehadiran mereka menegaskan komitmen TNI-Polri dalam menjaga ketahanan pangan di tingkat desa.

Selain aparat keamanan, jajaran ketua Gapoktan se-Kepenghuluan Parit Aman juga turut hadir untuk memastikan program modernisasi pertanian ini dapat segera diimplementasikan dengan baik oleh para petani di lapangan.

Reporter: Abdul Arif Rusni