Perkuat Program Pembinaan, Lapas Bagansiapiapi Terima Bantuan 9 Unit Mesin Jahit dari BRI
ROKAN HILIR – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bagansiapiapi resmi menerima bantuan berupa 9 (sembilan) unit mesin jahit dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang Bagansiapiapi. Bantuan ini diserahkan langsung oleh Pemimpin Cabang BRI Bagansiapiapi, Rizky Kurniawan, sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Prosesi penyerahan bantuan sarana keterampilan tersebut berlangsung dengan tertib dan khidmat di fasilitas Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi, Ujung Tanjung. Bantuan diterima secara simbolis oleh Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Bagansiapiapi, Agus Imam Taufik, dengan didampingi oleh Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja), Mismin Handoko.
Kalapas Kelas IIA Bagansiapiapi, Agus Imam Taufik, menyampaikan apresiasi tertinggi dan terima kasih yang mendalam atas kepedulian nyata yang ditunjukkan oleh jajaran perbankan terhadap masa depan para warga binaan.

"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Rizky Kurniawan dan seluruh jajaran BRI Cabang Bagansiapiapi. Bantuan 9 unit mesin jahit ini sangat berarti bagi kami dalam mengoptimalkan bengkel kerja WBP di Ujung Tanjung. Ini merupakan wujud sinergi yang nyata dalam mendukung proses rehabilitasi dan pemberdayaan warga binaan," ujar Agus.
Agus menambahkan, program pelatihan menjahit di Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi dirancang secara terstruktur dan berkelanjutan. Pihak Lapas memberikan atensi khusus dengan memprioritaskan warga binaan yang telah mendekati masa bebas.
"Fokus utama pelatihan ini kami berikan kepada warga binaan yang sebentar lagi akan kembali ke masyarakat. Harapannya, setelah menyelesaikan masa pidana, mereka telah mengantongi bekal keterampilan praktis yang siap pakai, baik untuk membuka usaha mandiri maupun bekerja di sektor industri konveksi," tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Pemimpin Cabang BRI Bagansiapiapi, Rizky Kurniawan, menyatakan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (Corporate Social Responsibility) yang menyasar pemberdayaan masyarakat di berbagai lini.
"Penyaluran 9 unit mesin jahit ini adalah bentuk kepedulian BRI untuk merangkul seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga binaan. Semoga sarana ini dapat dimanfaatkan secara maksimal dan menjadi modal berharga bagi WBP Lapas Bagansiapiapi untuk mengasah potensi diri serta membangun masa depan yang lebih baik," ungkap Rizky.
Melalui penambahan sarana konveksi ini, Seksi Kegiatan Kerja Lapas Bagansiapiapi di bawah pimpinan Mismin Handoko akan segera memaksimalkannya untuk memperluas cakupan pelatihan dan mendongkrak kapasitas produksi bengkel kerja. Langkah ini diharapkan mampu mencetak alumni warga binaan yang terampil, mandiri, dan siap berdaya saing tinggi demi mendukung reintegrasi sosial yang sehat.