Napi Produktif! Hasil Panen Sawi dan Melon Lapas Bagansiapiapi Langsung Borong Pasar Luar
BAGANSIAPIAPI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bagansiapiapi membuktikan keberhasilan program pembinaan kemandirian lewat panen raya di area perkebunan Lapas, Kamis (27/8). Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sukses memanen komoditas sayuran sawi hingga buah melon berkualitas tinggi yang langsung laris manis di pasaran.
Kegiatan panen raya ini dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja) Mismin Handoko, S.H., didampingi Kepala Subseksi Bimbingan Kerja Rocky Iswad Damanik, serta melibatkan aktif para peserta magang dan warga binaan. Program ini berjalan di bawah kepemimpinan Kalapas Bagansiapiapi, Agus Imam Taufik, A.Md.IP., S.H., M.Si.
Kasi Giatja Mismin Handoko menyampaikan bahwa program pertanian ini merupakan sarana edukasi sekaligus implementasi nyata dari arahan pimpinan kementerian.
"Kegiatan ini memberikan keterampilan bercocok tanam yang bermanfaat saat mereka bebas nanti. Ini juga menjadi upaya aktif Lapas Bagansiapiapi dalam mendukung ketahanan pangan nasional yang selaras dengan Asta Cita Presiden," ujar Mismin.
Langkah produktif ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui Direktorat Ditjen Pas yang konsisten menekankan pentingnya pembinaan aktif warga binaan di sektor pertanian.
Selain sawi dan melon, lahan subur Lapas Bagansiapiapi juga ditanami berbagai komoditas hortikultura lain seperti kacang panjang dan kangkung. Menariknya, hasil panen tidak hanya digunakan untuk kebutuhan internal, tetapi juga sukses menembus pasar luar karena bernilai ekonomis tinggi.
Program asimilasi ini terbukti mampu mencetak SDM yang terampil, mandiri, dan siap berkontribusi positif di tengah masyarakat setelah masa pidana selesai.