Optimalkan Pembinaan, Lapas Bagansiapiapi Gelar Sidang TPP Tunjuk 67 Warga Binaan Jadi Tamping
Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi menggelar Sidang TPP pada Selasa siang (23/06).
UJUNG TANJUNG – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bagansiapiapi menggelar Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) pada Selasa siang (23/06). Sidang khusus ini digelar untuk membahas pengusulan dan penunjukan 67 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang akan ditugaskan sebagai tahanan pendamping (tamping).

Berlangsung di Ruang Serbaguna Lapas Bagansiapiapi, sidang dipimpin langsung oleh Ketua TPP beserta jajaran struktural tim. Agenda ini menjadi bagian penting dalam pemenuhan hak warga binaan sekaligus proses seleksi untuk mengoptimalkan program pembinaan di dalam Lapas.
Kepala Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi, Agus Imam Taufik, menegaskan bahwa penunjukan tamping dilakukan secara ketat, objektif, dan transparan.
"Menjadi tamping adalah sebuah amanah dan penghargaan atas perubahan perilaku ke arah yang lebih baik. Ke-67 warga binaan yang mengikuti sidang hari ini telah dinilai memenuhi syarat substantif maupun administratif," ujar Kalapas.
Nantinya, para tamping yang terpilih akan diperbantukan dalam berbagai bidang kegiatan Lapas, antara lain:
- Kebersihan lingkungan (kurve)
- Kegiatan kemandirian dan kerja
- Operasional dapur
- Program pembinaan
- Administrasi keagamaan di rumah ibadah Lapas
Pantauan di lokasi, sidang berjalan tertib dan interaktif. Setiap warga binaan dipanggil satu per satu untuk diwawancarai. Proses ini bertujuan memastikan kesiapan mental, kedisiplinan, serta komitmen mereka dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Melalui Sidang TPP ini, Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi berkomitmen menjalankan proses pemasyarakatan yang akuntabel. Program ini juga menjadi ruang bagi warga binaan untuk mengaktualisasikan diri secara positif sebelum kembali ke masyarakat.
Reporter: Abdul Arif Rusni