INHU - Belum lama ini terjadi Insiden ambrolnya muatan sawit diatas truk di Kecamatan Lubuk Batu Jaya yang menimpa mobil pribadi penguna jalan lain dan juga hampir menimpa pengendara motor hingga menyebabkan jatuhnya sang pengendara motor itu. Hal tersebut salah satu penyebabnya diduga karena kondisi jalan yang berlobang.
Tak heran jika kondisi tersebut akhirnya menjadi sorotan dari sejumlah masyarakat dan beberapa tokoh yang ada di Kecamatan Lubuk Batu Jaya, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).
Doni Saputra salah satu Tokoh Pemuda Kecamatan Lubuk Batu Jaya mengaku bingung soal perawatan jalan di LBJ, karena jika melintasi dengan motor atau mobil bak naik perahu di laut lepas yang penuh gelombang.
Kepada RiauKarya.com, Sabtu 22 Mei 2021 via seluler, Doni Saputra mengatakan, "Sebetulnya sudah dari dulu para pemuda ingin bersuara mempertanyakan terkait perawatan jalan yang dikelola oleh Gabungan Wadah Kerja Antar Kelompok (GWKAK)," ujar Doni.
"Bahkan kemungkinan akan kami bahas dalam Forum Komunikasi Karang Taruna (FKKT), jika potongan terus dilakukan Pemuda berharap keterbukaan kemana arah potongan itu dan dipergunakan untuk apa, laporan keuangan juga diserahkan ke siapa, ke tiap KUD yang ada di LBJ, atau ke Camat, atau Perusahaan," imbuh Doni.
Baca juga : Jalan di Kecamatan LBJ Banyak yang Rusak, Warga Pertanyakan Perawatan GWKAK
Doni juga menanggapi kondisi jalan LBJ jika pengendara melintasi jalan LBJ serasa berjalan diatas laut penuh dengan gelombang.
"Yang jelas sangat perlu perawatan ekstra, dimana selain kendaraan pribadi banyak juga kendaraan operasional yang melalui akses jalan kita, ditambah udah ada kejadian laka kerja yang terjadi, tentu manajemen resiko dijalan kita perlu dijalankan, masyarakat dan orang banyak udah tau kok puas atau enggaknya dengan jalan yang ada, terlebih sangat sering juga LBJ jadi bahan kunjungan pemangku wilayah maupun pemangku kepentingan, mungkin mereka juga lebih tau tindakan apa dan hal apa yang harus dilakukan, tapi sebagai masyarakat biasa kita cuma bisa meminta akses jalan yang baik dan layak, bukan jalan yang jauh dari laut namun gelombangnya terasa dikendaraan," terang Pemuda yang berasal dari Desa Sungai Beras Beras (SP 2) ini.
Baca juga : Jalan Berlubang dan Muatan Berlebihan, Mobil Baru di Lubuk Batu Jaya Jadi Korban
Sementara itu, Ketua Gabungan Wadah Kerja Antar Kelompok (GWKAK), Kasir saat dikonfirmasi RiauKarya.com belum bisa menjawab terkait pertanyaan Doni, karena sedang Sakit.
"Maaf saya sudah 10 hari tidak enak badan (sakit) nanti kalau saya sudah sembuh akan saya panggil sampean ke rumah," terangnya kepada wartawan RiauKarya.com, Ahad 23 Mei 2021. (met)