Dari Santunan Jadi Seblak, Es Doger hingga UMKM: Harpelnas 2026 di BPJS Ketenagakerjaan Rengat Penuh Cerita

BPJS Ketenagakerjaan Rengat menghadirkan UMKM peserta PEKA dan penyerahan manfaat kepada ahli waris dalam Harpelnas 2026.
Penulis: Ifan Ar Uzan
Jumat, 04 September 2026 | 22:17:00 WIB

INHU – Peringatan Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026 di Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Rengat pada 4 September 2026 berlangsung berbeda. Selain memberikan pelayanan kepada peserta, momentum tersebut juga mempertemukan BPJS Ketenagakerjaan dengan para ahli waris penerima manfaat serta peserta Program PEKA (Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat) yang kini berusaha mandiri melalui UMKM.

Kegiatan diikuti Kepala Kantor Cabang Rengat Muhammad Kurniawan, jajaran struktural dan seluruh karyawan BPJS Ketenagakerjaan Rengat. Dalam momentum tersebut, Kepala Kantor Cabang bersama jajaran struktural turun langsung ke meja pelayanan dan mengambil peran sebagai Customer Service (CS) untuk melayani peserta yang datang, khususnya peserta yang mengurus klaim JHT.

Dengan mengenakan atribut pelayanan dan berinteraksi langsung dengan peserta, jajaran pimpinan tidak hanya memantau proses pelayanan dari sisi manajemen, tetapi turut merasakan secara langsung kebutuhan, pertanyaan dan pengalaman peserta ketika mendapatkan layanan BPJS Ketenagakerjaan.

Langkah tersebut menjadi bentuk komitmen BPJS Ketenagakerjaan Rengat untuk menghadirkan pelayanan yang semakin dekat, responsif dan humanis.

“Pada momentum Hari Pelanggan Nasional ini, kami ingin seluruh jajaran tidak hanya berada di belakang meja sebagai pengelola, tetapi turun langsung melayani peserta. Dengan berinteraksi langsung, kami bisa mendengar kebutuhan peserta dan mengetahui bagaimana pengalaman mereka mendapatkan pelayanan,” ujar Muhammad Kurniawan.

Menurut Kurniawan, pelayanan yang baik bukan hanya mengenai kecepatan menyelesaikan proses administrasi, tetapi juga bagaimana peserta mendapatkan informasi yang jelas dan merasa dilayani dengan baik.

“Peserta yang datang untuk klaim adalah orang yang memiliki hak atas manfaat. Karena itu, kami ingin memastikan prosesnya berjalan dengan baik, informasi yang diberikan jelas, dan peserta merasa nyaman selama mendapatkan pelayanan,” katanya.

Selain pelayanan langsung, suasana Harpelnas 2026 juga semakin semarak dengan hadirnya peserta PEKA yang memanfaatkan manfaat BPJS Ketenagakerjaan sebagai modal untuk menyambung kehidupan keluarga melalui UMKM.

Beragam dagangan hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari seblak, es doger hingga makanan ringan lainnya. Bagi para penerima manfaat, aktivitas berjualan tersebut bukan sekadar kegiatan ekonomi, tetapi menjadi bukti bahwa manfaat yang diterima dapat dikembangkan menjadi sesuatu yang produktif.

Kehadiran mereka sekaligus menjadi gambaran nyata semangat PEKA, yakni mendorong penerima manfaat agar tidak berhenti pada menerima santunan, tetapi mampu mengubahnya menjadi bekal untuk bangkit, produktif dan mandiri.

Momentum Harpelnas juga diisi dengan pertemuan bersama sejumlah ahli waris peserta yang telah menerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan.

Ahli waris Alm. Rukman Multanto, peserta dari PDAM Tirta Indra, menerima manfaat JKM, JHT dan beasiswa dengan total Rp140.063.660.

Sementara ahli waris Alm. Rifai, peserta dari PT Swakarsa Sawit Raya, menerima manfaat JKM, JHT, JP dan beasiswa dengan total Rp229.492.280.

Adapun ahli waris Alm. Mushoddiq, yang merupakan peserta mandiri sebagai guru mengaji, menerima manfaat JKM sebesar Rp42.000.000.

Salah seorang perwakilan ahli waris mengungkapkan apresiasinya atas pelayanan dan manfaat yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan.

“Kami sangat terbantu dengan manfaat yang diberikan. Di tengah kondisi keluarga setelah ditinggalkan, bantuan ini menjadi sangat berarti, terutama untuk kebutuhan keluarga dan pendidikan anak,” ujar perwakilan ahli waris.

Di sisi lain, para peserta yang datang untuk mendapatkan pelayanan, termasuk peserta yang mengantri untuk mengajukan klaim JHT, juga menjadi bagian dari suasana Harpelnas 2026.

Salah seorang peserta yang sedang menunggu proses klaim JHT mengatakan pelayanan yang diterimanya memberikan kemudahan dan kepastian dalam mengurus hak sebagai peserta.

“Pelayanannya cukup jelas dan petugas membantu menjelaskan prosesnya. Kami jadi lebih memahami apa saja yang perlu disiapkan untuk mengurus klaim,” katanya.

Kurniawan: Harpelnas Bukan Sekadar Melayani, tapi Mendengar dan Memberi Dampak

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Rengat Muhammad Kurniawan mengatakan Harpelnas menjadi momentum bagi BPJS Ketenagakerjaan untuk semakin dekat dengan peserta, mendengarkan kebutuhan mereka sekaligus melihat secara langsung dampak dari manfaat jaminan sosial yang diberikan.

“Harpelnas bukan hanya tentang memberikan pelayanan, tetapi juga tentang mendengarkan peserta dan melihat bagaimana manfaat BPJS Ketenagakerjaan benar-benar memberikan dampak bagi kehidupan mereka,” ujar Kurniawan.

Menurutnya, kisah para ahli waris dan peserta PEKA menunjukkan bahwa jaminan sosial memiliki makna yang lebih luas dari sekadar pembayaran manfaat.

“Kami melihat ada ahli waris yang mendapatkan manfaat untuk membantu keberlangsungan keluarga, ada beasiswa yang membantu pendidikan anak, dan ada penerima manfaat yang kemudian bangkit membangun usaha seperti berjualan seblak, es doger dan makanan ringan. Inilah yang kami harapkan, manfaat bisa menjadi pijakan untuk bangkit dan mandiri,” katanya.

Kurniawan menegaskan BPJS Ketenagakerjaan akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik sekaligus mendorong penerima manfaat untuk memanfaatkan peluang yang ada agar dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Kami ingin manfaat yang diberikan tidak berhenti sebagai angka atau santunan, tetapi benar-benar memberikan nilai tambah bagi kehidupan peserta dan keluarganya. Dari menerima manfaat, kemudian menjadi produktif dan pada akhirnya mampu mandiri,” tutur Kurniawan.

Peringatan Harpelnas 2026 di BPJS Ketenagakerjaan Rengat pun menjadi lebih dari sekadar agenda pelayanan. Pimpinan turun langsung menjadi CS, peserta datang mengurus haknya, ahli waris merasakan manfaat perlindungan, sementara penerima manfaat PEKA kini berjualan untuk melanjutkan kehidupan.

Sebuah gambaran bahwa di balik setiap kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan, terdapat cerita kehidupan, keluarga yang harus dilindungi, dan harapan untuk terus melangkah.(*)

Reporter: Ifan Ar Uzan