Listrik Di SMA Ini Diduga Merusak Komputer Sekolah
INHU,RIAUKARYA - Tidaklah bijak jika penyebab kerusakan barang ataupun onderdil dan mesin itu disebabkan oleh satu faktor saja. Misalkan di sini ada nama Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang juga bisa jadi salah satu faktor utama penyebab mesin komputer rusak di sekolah ini.
Adalah Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) I Batang Cenaku kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) yang mengalami hal sehingga mesin mesin komputer sekolahnya rusak. Bahkan komputer dan laptop rusak itu mencapai 3 unit dalam satu Minggu saja.
Hal ini disampaikan oleh pihak SMAN I Batang Cenaku melalui Wakasek Kesiswaan Edi Junaidi,S.Kom saat dikonfirmasi awak media belum lama ini. Menurut Edi, pihaknya menduga bahwa rusaknya 3 komputer sekolahnya dalam satu Minggu itu diakibatkan oleh tegangan PLN yang terlalu rendah, juga dibarengi kerapnya mati lampu.
" Kami menduga kuat kerusakan massal ini akibat tegangan listrik terlalu rendah,ditambah sering mati lampu hingga tegangan tak stabil lalu berdampak pada mesin komputer kami " katanya.
Edi juga berharap, jika PLN bisa menangani kasus tersebut maka pihaknya sangat merasa berterimakasih dan ia anggap bahwa PLN mampu menciptakan kelancaran buat ikut serta mencerdaskan anak anak bangsi ini.
" Sedang belajar kadang mati, down arusnya minggu ini aja komputer udh 3 yang rusak efek tegangan listrik kurang. Kalau ini terus terjadi bakal kacau. Sebab saat ini tanpa komputer,proses belajar mengajar tak bisa kondusif dan tetap akan menghambat hebat kegiatan " ucapnya lagi.
Untuk itu Edi berharap nantinya PLN bisa membantu sekolah dalam menstabilkan tegangan arus yang masuk ke dalam area sekolah yang manjadi tempat tugasnya saat ini. Edi mengatakan jika tegangan terlalu rendah tersebut diperlukan tindakan, yakni penempatan travo dan perbaikan jaringan saja.
" Kami pikir solusinya hanya itu, hanya ini cara cerdasnya " tukas Edi lagi.
Kendati demikian, Edi juga menjelaskan kepada Wartawan jika belum lama ini petugas PLN setempat sudah melakukan pengecekan lapangan. Namun hanya pengecekan itu saja,belum ada tindakan sesuai harapannya itu. Meskipun demikian, pihak sekolahnya sudah merasa diperhatikan. Setidaknya PLN sudah membekali PR untuk difikirkan kedepan,walau tak perlu menjadi agenda kerja jangka panjang.
" Ya, mungkin saat ini PLN tengah mencari atau menunggu waktu saja untuk bertindak efektif ,tapi ya bukan untuk lama lama terlalu jadi beban fikiran ' imbaunya.
Humas PLN cabang Rengat, dalam hal ini melalui akun selullernya, Gita Lorena belum lama ini mengucapkan terimakasih saat dikonfirmasi awak media ini. Menurut sang Humas, pihaknya akan respons dan melakukan tembusan kepada pihak yang berkaitan dengan pekerjaan di lapangan.
" Selamat siang pak, terima kasih atas informasinya untuk laooran akan kami teruskan ke bidang dan ULP terkait untuk ditindak lanjuti " balas Gita Lorena melalui pesan singkat di seluler kepada awak media ini.
Terakhir waktu investigasi wartawan menemukan balasan dari pihak sekolah, jika persoalan tersebut sudah ditindak lanjuti. Hanya saja tindakan itu sifatnya peninjauan semata. Sementara untuk tindakan perbaikan ataupun penetralisiran belum ada dilakukan oleh PLN.
" Kemaren ada ninjau. Cuma ninjau aja orang PLN Kilan,tindakan belum ada " tegasnya menutup perbincangan selluler awak media ini, Minggu (30/08/2026) sekira pukul 07.00 WIB. (*)