Rowah 1000 Ketupat Ke-11 dan Tasyakuran PW JATMA ASWAJA NTB Digelar di Batutambun

Gus Mislahuddin Ketua Umum PW JATMA ASWAJA NTB.
Penulis: Ifan Ar Uzan
Senin, 13 Juli 2026 | 18:50:35 WIB

LOMBOK TENGAH –  Suasana haru dan syahdu menyelimuti Majelis Darul Falah Batutambun, Desa Aik Mual, Lombok Tengah, pada Senin, 1 Juni 2026. Ribuan jamaah dari berbagai wilayah di Nusa Tenggara Barat tampak khusyuk mengikuti rangkaian acara yang digelar mulai pukul 10.00 WITA itu.

Dua agenda besar berlangsung bersamaan pada hari yang juga diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila. Rowah 1000 Ketupat yang ke-11, sebuah tradisi istighotsah dan sholawatan yang telah berlangsung lebih dari satu dekade, digelar bersamaan dengan Tasyakuran atas terbentuknya Pengurus Wilayah (PW) JATMA ASWAJA NTB.

Ribuan jamaah dari berbagai penjuru NTB memenuhi halaman majelis. Dengan penuh kekhusyukan, mereka menyimak tausiyah dari sejumlah Tuan Guru yang hadir, di antaranya Tuan Guru Busyairi dari Lombok Timur yang menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang menyejukkan hati.

Tuan Guru Busyairi (Lombok Timur) dalam tausiyahnya menyampaikan:

"Tradisi Rowah 1000 Ketupat ini bukan sekadar ritual tahunan. Ini adalah bentuk cinta kita kepada Nabi Muhammad SAW dan bukti bahwa kita mampu menjaga warisan leluhur yang sarat dengan nilai-nilai Islam. Jangan pernah tinggalkan sholawat, karena sholawat adalah jembatan kita menuju kecintaan Allah."

Abah Guru Lalu Muhammad Wildan, pimpinan Majelis Darul Falah, menegaskan:

"PW JATMA ASWAJA NTB yang baru saja terbentuk berkomitmen untuk menjadi wadah bagi para pengamal thariqah mu'tabarah di NTB. Semoga bisa terbangun sinergi antara ulama dan umat, menjaga aqidah Aswaja, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Semoga dengan doa dan sholawat ini, PW JATMA ASWAJA NTB istiqomah dalam khidmah dan berkontribusi untuk kemajuan NTB dan Indonesia."

Beliau menambahkan :

"Saya berharap PW JATMA ASWAJA NTB menjadi rumah bagi para pecinta thariqah dan Aswaja. Jangan hanya berhenti di zikir dan sholawat, tetapi harus bergerak untuk kemaslahatan umat. Ayo kita jaga persatuan, jangan terpecah belah. Indonesia butuh ulama dan umat yang bersatu."

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Gus Mislahuddin selaku Ketua Umum PW JATMA ASWAJA NTB. Doa dipanjatkan khusus untuk PW JATMA ASWAJA NTB agar istiqomah dalam khidmah, menjaga aqidah Ahlussunnah wal Jama'ah, serta memberi manfaat bagi umat dan bangsa. Doa bersama juga dipanjatkan untuk Indonesia, memohon keberkahan, persatuan, dan keselamatan negeri di bawah naungan Pancasila.

Dengan zikir, sholawat, dan ketupat yang dibagikan kepada ribuan jamaah, Batutambun pagi itu menjadi saksi indahnya pertemuan antara iman, tradisi, dan cinta tanah air.(*) 

Reporter: Ifan Ar Uzan