Terinspirasi Ornamen Masjid Cheng Ho, Desa Penjuru Sabet Juara 1 Stand Bazar MTQ ke-LVI Kecamatan Kateman
INHIL – Desa Penjuru berhasil mencuri perhatian pada perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-LVI Tingkat Kecamatan Kateman Tahun 2026. Mengusung konsep stand bazar yang terinspirasi dari ornamen Masjid Cheng Ho, desa ini sukses meraih Juara 1 Stand Bazar, sekaligus menambah prestasi dengan meraih Juara 2 Tahfiz 1 Juz Putra Kategori Anak-anak pada ajang yang berlangsung 17 hingga 21 Juni 2026 di Lapangan Balai Rakyat Sungai Guntung.
Sejak awal pelaksanaan MTQ, stand bazar Desa Penjuru menjadi salah satu pusat perhatian pengunjung. Desainnya yang unik dan berbeda dari peserta lainnya membuat banyak masyarakat berhenti untuk melihat lebih dekat, mengabadikan momen, hingga mencari tahu filosofi yang diusung di balik bangunan tersebut. Keunikan itulah yang akhirnya turut menarik perhatian dewan juri dan mengantarkan Desa Penjuru menjadi yang terbaik pada kategori stand bazar.
Kepala Desa Penjuru, Salehudin, menjelaskan bahwa konsep stand yang ditampilkan tidak dibuat menyerupai secara utuh Masjid Cheng Ho. Namun, desain tersebut lahir dari inspirasi terhadap keindahan ornamen dan karakter arsitektur masjid yang dikenal sebagai simbol perpaduan budaya dan nilai-nilai Islam.
"Stand ini memang tidak sama persis dengan Masjid Cheng Ho, tetapi kami terinspirasi dari beberapa ornamen dan nuansa arsitekturnya. Kami ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda, memiliki nilai estetika, sekaligus menyampaikan pesan tentang keberagaman, persatuan, dan semangat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat," ungkap Salehudin.
Menurutnya, pemilihan konsep tersebut juga menjadi gambaran bahwa keberagaman yang ada di Kecamatan Kateman merupakan kekuatan yang harus dijaga dan dirawat bersama. Melalui stand bazar itu, Desa Penjuru ingin menunjukkan bahwa perbedaan dapat menjadi keindahan apabila dibingkai dengan nilai-nilai persaudaraan dan toleransi.
Sementara itu, Official Desa Penjuru, Ahmad Ramadhan, menyampaikan rasa syukur atas prestasi yang berhasil diraih. Ia menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh elemen masyarakat yang terlibat dalam persiapan MTQ.
"Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Penjuru, panitia, pemuda, dan semua pihak yang telah memberikan dukungan. Hasil ini tentu menjadi kebanggaan bersama. Meski demikian, kami merasa masih banyak yang perlu dibenahi dan ditingkatkan. Semoga pada MTQ tahun depan kami bisa tampil lebih baik lagi," ujarnya.
Keunikan stand bazar Desa Penjuru juga mendapat apresiasi dari para pengunjung. Salah seorang warga yang hadir mengaku tertarik karena desain stand tersebut terlihat mencolok namun tetap elegan. Menurutnya, konsep yang diangkat memberikan suasana berbeda dan membuat pengunjung penasaran untuk mengetahui lebih jauh makna yang terkandung di dalamnya.
Keberhasilan meraih Juara 1 Stand Bazar dan prestasi di cabang Tahfiz Al-Qur'an menjadi bukti bahwa Desa Penjuru tidak hanya mengedepankan kreativitas dalam menampilkan identitas desa, tetapi juga serius dalam membina generasi muda Qur'ani. Capaian tersebut sekaligus menjadi motivasi untuk terus berinovasi dan meningkatkan prestasi pada pelaksanaan MTQ di masa mendatang.(Arifin)