ROKAN HILIR – Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) menerima kunjungan kerja dari Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Peningkatan Produksi Pertanian, Prof. Dr. Ir. Hasil Sembiring, M.Sc., di lokasi program Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang berpusat di Kecamatan Pekaitan. Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan monitoring dan evaluasi (monev) guna memacu percepatan tanam di wilayah tersebut.
Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (Kabid PSP) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Rokan Hilir, Kasbu, S.P., menyatakan bahwa kehadiran pakar dan tim ahli dari Kementerian Pertanian (Kementan) ini sangat krusial untuk memastikan keberlanjutan program pertanian daerah.
"Kedatangan Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Bapak Prof. Dr. Ir. Hasil Sembiring, M.Sc., ke lokasi CSR yang telah dilaksanakan pada tahun 2025 ini dalam rangka monitoring dan evaluasi. Fokus utama kita saat ini adalah percepatan tanam di lokasi tersebut," ujar Kasbu saat memberikan keterangan kepada media, Senin (25/5/2026) di Bagansiapiapi.
Kasbu menjelaskan, langkah akselerasi ini sejalan dengan target besar yang dicanangkan oleh pemerintah pusat. Sinergi antara pusat dan daerah diharapkan mampu merealisasikan ketahanan pangan nasional secara mandiri.
"Melalui percepatan tanam ini, kita berharap harapan dari pemerintah pusat untuk mewujudkan swasembada pangan dapat segera terwujud," tambahnya.
Lebih lanjut, Kasbu memaparkan bahwa pada tahun anggaran 2025, Kabupaten Rokan Hilir berhasil mendapatkan sekaligus merealisasikan alokasi bantuan program Cetak Sawah Rakyat seluas 500 hektar yang sukses dilaksanakan dengan baik, salah satunya di hamparan pertanian Kecamatan Pekaitan.
Atas capaian dan perhatian penuh dari pusat, Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pihak kementerian yang terus mengawal produktivitas petani lokal, khususnya untuk menghadapi musim tanam berikutnya.
"Kami mengucapkan terima kasih banyak atas kedatangan tim tenaga ahli Kementan ke lokasi. Monev kegiatan tahun 2025 ini sekaligus menjadi momentum penting untuk percepatan tanam pada musim tanam tahun 2026 mendatang," pungkas Kasbu. (rif)