Pekanbaru - Gerakan Aliansi Mahasiswa Pencinta UNILAK (GAMPU) melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung Rektorat Universitas Lancang Kuning (UNILAK) tersebut pada Rabu, 6 Mei 2026 lalu.
Diketahui, puluhan massa aksi ini menyeruduk Gedung Rektorat UNILAK untuk mempertanyakan terkait beberapa persoalan yang tengah menerpa kampus tersebut.
Dalam rilisnya, GAMPU turut menyoroti terkait proyek pembangunan turap di area kampus yang diduga bermasalah.
“Kami menuntut transparansi. Kemana perginya dana mahasiswa? Bagaimana mungkin kontraktor yang dinilai gagal masih kembali diberi proyek,” ungkap Jenderal Lapangan GAMPU, Munawar Harahap pada Rabu, 6 Mei 2026.
Hal ini lantaran turap yang dibangun telah berulang kali roboh sebelum digunakan. Selain itu, kecurigaan muncul ketika pihak kampus kembali menunjuk kontraktor yang sama untuk membangun gedung serbaguna senilai Rp10 miliar.
“Kalau hasil pekerjaan sebelumnya bermasalah, kenapa masih diberi proyek baru dengan nilai besar,” ucap Munawar.
Munawar meminta transparansi kampus dalam pengelolaan keuangan terutama dalam pengadaan proyek pembangunan fasilitas di UNILAK.
“Kami menilai tidak ada laporan keuangan yang benar-benar terbuka. Mahasiswa berhak mengetahui penggunaan anggaran,” terangnya.
Pihaknya juga mendesak agar pihak kampus segera melakukan audit terbuka terkait proyek pembangunan dan kebijakan anggaran yang selama ini dijalankan.
Selain itu, massa aksi dalam rilisnya juga turut mempertanyakan dan memprotes terkait biaya wisuda dan kenaikan SPP yang dinilai telah memberatkan.
Sementara itu, Ketua Yayasan Raja Ali Haji, Irwan Effendi, yayasan yang menaungi UNILAK saat dimintai konfirmasi melalui WhatsApp hingga Jumat, 8 Mei 2026 masih belum memberikan jawaban.
Sebelumnya Selasa, 5 Mei 2026, Irwan Effendi sempat menyebutkan bahwa semua pembangunan di UNILAK berada di bawah rektorat.
"Semua pembangunan tetap berada di bawah koordinasi Rektorat UNILAK," sebutnya.(*)