JAKARTA - Dunia seni musik Melayu akan kembali diramaikan dengan kehadiran Andrigo, penyanyi berbakat asal Indonesia, yang dipercaya untuk mewakili Tanah Air pada ajang Gong Melayu Internasional. Acara bergengsi ini akan mempertemukan musisi, penyair, dan seniman dari empat negara, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei, dalam sebuah pagelaran yang mengedepankan kekayaan budaya Melayu.
Pagelaran ini dijadwalkan berlangsung di Plaza Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, pada Jumat, 10 Oktober 2025, pukul 19.30 WIB. Dengan lokasi yang ikonik dan suasana yang intim, teater ini dipastikan akan menjadi tempat yang tepat bagi penonton untuk merasakan keindahan seni dan budaya Melayu secara langsung.
Selain menampilkan kemampuan vokal dan musikalitasnya, Andrigo juga akan memberikan sentuhan berbeda melalui orasi Melayu dalam bentuk puisi berjudul “Melayu Akarnya Bahasa Negeri”. Puisi ini bukan sekadar pertunjukan sastra, tetapi juga sebuah pesan mendalam tentang pentingnya menjaga identitas dan akar budaya Melayu di tengah arus modernisasi. Orasi ini diharapkan dapat menjadi refleksi bagi generasi muda agar lebih menghargai bahasa dan tradisi sebagai bagian dari jati diri bangsa.
Keikutsertaan Andrigo dalam Gong Melayu Internasional menunjukkan pengakuan terhadap kualitas seniman Indonesia di kancah regional. Tidak hanya sebagai penyanyi, peran Andrigo sebagai pembawa pesan melalui puisi menjadikannya duta budaya yang membawa citra positif Indonesia ke tingkat internasional.
Para penikmat seni dan penggemar musik Melayu dari berbagai kalangan di Jakarta dan sekitarnya diundang untuk hadir dan menyaksikan penampilan istimewa ini. Dengan hadirnya musisi dan seniman dari empat negara, acara ini juga menjadi ajang silaturahmi antarnegara yang berbagi kekayaan budaya, sekaligus mempererat persaudaraan di wilayah Asia Tenggara.
Bagi Andrigo, kesempatan ini menjadi momentum penting untuk menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya kaya akan musik dan seni, tetapi juga memiliki tradisi Melayu yang masih hidup dan relevan di era modern. Harapannya, ajang ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus melestarikan bahasa, seni, dan budaya Melayu sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas bangsa.**