Pekanbaru – Wakil Ketua DPW PPP Riau, Andrigo, menyoroti langkah politik Romahurmuziy (Romy) yang dinilai tidak sesuai aturan dan justru merugikan partai. Ia mengajak seluruh kader dan simpatisan PPP di Indonesia, khususnya di Riau, untuk melihat situasi ini dengan penuh kesadaran.
“Masak iya rumah kita dikuasai orang lain,” tegas Andrigo, Minggu (29/9).
Andrigo mengingatkan agar seluruh kader menilai rekam jejak Romy dari masa ke masa. Menurutnya, Romy kerap membawa PPP ke arah yang tidak baik.
“Bagi saya, Romy itu orang yang sudah putus urat malunya. Pada masa kepemimpinannya, kursi partai justru menurun dibanding era Pak Mardiono. Tapi wajahnya terus hadir dengan alasan menyelamatkan partai. Kan ngaur,” ujarnya.
Ia menambahkan, sejak masa Romy, kondisi PPP memang tidak pernah benar-benar baik. Konflik demi konflik muncul, mulai dari perseteruan dengan almarhum Suryadharma Ali hingga dualisme kepemimpinan saat Muktamar Surabaya.
“Kalau kita lihat sejarah, Romy ini memang sosok yang kontroversial. Dan sekarang dia mau merebut lagi melalui tokoh eksternal. Ini jelas mempermalukan PPP sendiri,” kata Andrigo.
Menurutnya, persoalan ini bukan sekadar dukungan terhadap Mardiono, tetapi menyangkut marwah partai. “Silakan Romy mengajukan siapa pun calonnya, asalkan dari internal partai. Ini bukan masalah demokrasi, melainkan soal aturan di rumah kita. Kalau mau tinggal bersama, ya nikah dulu. Bukan main nyelonong,” sindirnya.**