Jakarta - Drama penunjukan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) periode pemerintahan Presiden Prabowo Subianto belakangan ini menjadi sorotan publik. Sosok Raffi Ahmad, artis papan atas Indonesia, sempat santer disebut-sebut bakal mengisi kursi Menpora. Kabar itu bahkan membuat nama Andrigo, musisi asal Riau, ikut dikaitkan sebagai salah satu figur yang mungkin mendapat tempat di lingkaran istana.
Sejak 16 September 2025, Andrigo mengaku dihujani ucapan selamat dari berbagai pihak. Ucapan itu datang bukan hanya dari keluarga dan sahabat dekat, tetapi juga dari masyarakat luas melalui media sosial maupun pesan pribadi di WhatsApp. Banyak yang percaya, jika Raffi Ahmad benar-benar ditunjuk sebagai Menpora, maka Andrigo berpeluang besar ikut dipertimbangkan di jajaran kementerian.
Namun, kenyataan berkata lain. Hingga pengumuman resmi kabinet, Raffi Ahmad tidak dilantik sebagai Menpora. Secara otomatis, peluang Andrigo untuk ikut “terbawa arus” ke Istana pun pupus.
“Iya, mungkin saja kalau Mas Raffi jadi Menpora, besar kemungkinan nama saya ikut muncul. Ini kan semua serba kemungkinan. Tapi anggap saja belum rezeki, kita ikuti saja jalan Tuhan,” ungkap Andrigo kepada media.
Meski demikian, Andrigo menegaskan dirinya tidak berkecil hati. Ia menilai kepemimpinan Presiden Prabowo masih membuka banyak kesempatan bagi putra daerah, termasuk Riau.
“Saya masih optimistis Pak Prabowo akan melirik putra terbaik Riau nantinya untuk mengisi kursi menteri ataupun wakil menteri. Kita punya banyak tokoh hebat, seperti Pak Rusli Effendi (Waketum DPP PPP), Lukman Edy, Gatot Edy, dan lainnya,” terang Andrigo.
Andrigo juga menilai bahwa representasi daerah, termasuk Riau, sangat penting dalam struktur pemerintahan Pusat. Menurut nya hal ini bukti bahwa pemerintah memberi ruang bagi tokoh-tokoh potensial dari seluruh penjuru Indonesia.
Fenomena ini menunjukkan betapa besar pengaruh isu politik di era digital. Dalam hitungan jam, kabar yang belum pasti bisa dengan cepat menyebar dan memunculkan berbagai spekulasi. Nama Andrigo menjadi contoh bagaimana seorang figur publik dari daerah bisa ikut terseret dalam pusaran isu nasional.
“Buat saya pribadi, semua ini adalah pengalaman berharga. Yang jelas, saya akan tetap berkarya dan berjuang untuk daerah saya untuk waktu yang akan datang di waktu yang tepat,” pungkas Andrigo.**