INHU - BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK) Cabang Rengat bersama Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Indragiri Hulu menggelar Focus Group Discussion (FGD) mengenai perlindungan 100 pekerja rentan desa tahun 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Sekretariat APDESI Indragiri Hulu yang berlokasi di Kompleks Kantor Bupati Indragiri Hulu, Rabu (10/9/2025).
FGD tersebut dihadiri oleh Ketua APDESI Indragiri Hulu, Sarno, serta Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Rengat, Muhammad Kurniawan.
Sarno, selaku Ketua APDESI Indragiri Hulu, menegaskan komitmennya untuk mendukung perlindungan bagi pekerja rentan di pedesaan.
“Pekerja rentan desa adalah ujung tombak pembangunan, mereka harus mendapatkan perlindungan yang layak. APDESI bersama BPJS Ketenagakerjaan akan terus bersinergi agar program ini dapat berjalan berkesinambungan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Rengat, Muhammad Kurniawan, menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah desa untuk menjamin keberlangsungan program perlindungan sosial.
“Melalui FGD ini, kami berharap pemerintah desa dapat menjadi garda terdepan dalam memastikan pekerja rentan, seperti petani, nelayan, dan buruh harian, memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Target perlindungan 100 pekerja rentan desa di tahun 2025 adalah langkah nyata dalam mewujudkan kesejahteraan,” kata Kurniawan.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama antara BPJS Ketenagakerjaan dan APDESI Indragiri Hulu dalam memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial bagi pekerja rentan di desa-desa, pungkasnya.