Fauzan Amrullah Nahkodai PGRI Inhil 2025–2030, Prioritaskan Transformasi Pendidikan dan Perlindungan Guru

Selasa, 17 Juni 2025 | 08:41:12 WIB
H. Fauzan Amrullah Nahkodai PGRI Inhil 2025–2030, Prioritaskan Transformasi Pendidikan dan Perlindungan Guru

INHIL - Dibawah gemerlap lampu Hotel Inhil Pratama, Tembilahan, pada malam 16 Juni 2025, suasana terasa berbeda dari biasanya. Ratusan guru dari berbagai penjuru Kabupaten Indragiri Hilir berkumpul, bukan hanya untuk bersilaturahmi, tetapi menyambut babak baru dalam sejarah organisasi mereka. Malam itu, H. Fauzan Amrullah, SE., M.Si resmi dilantik sebagai Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Inhil untuk periode 2025–2030.

Pelantikan dilakukan langsung oleh Wakil Ketua II PGRI Provinsi Riau, Taslim, M.Pd, yang mewakili Ketua PGRI Provinsi Riau, Prof. Dr. Adolf Bastian, M.Pd. Turut hadir pula jajaran pemerintah daerah, dengan Sekretaris Daerah H. Tantawi Jauhari mewakili Bupati Inhil, H. Herman. Dukungan terhadap Fauzan begitu kuat, terbukti dari proses pemilihannya yang berlangsung secara aklamasi oleh perwakilan PGRI dari 20 kecamatan.

Dalam pidatonya, Fauzan tidak tampak sebagai sosok yang sedang merayakan kemenangan. Sebaliknya, ia terlihat penuh kesadaran akan beratnya amanah yang baru saja dipikulnya. “Ini bukan tentang posisi atau jabatan,” ujarnya dengan nada tulus. “Ini tentang kepercayaan, tentang harapan ribuan guru yang ingin organisasinya lebih hadir, lebih kuat, dan lebih berdampak.”

Fauzan mengawali masa kepemimpinannya dengan memuji kepengurusan sebelumnya di bawah H. Fathurrahman, yang menurutnya telah berhasil menjaga kekompakan organisasi. Namun ia juga menegaskan, bahwa tantangan ke depan membutuhkan langkah yang lebih strategis dan responsif. Maka dari itu, ia memetakan tiga fokus utama yang akan menjadi panduan kepemimpinannya.

Pertama, ia ingin mengangkat profesionalisme guru ke tingkat yang lebih tinggi melalui pelatihan rutin, pemanfaatan teknologi pembelajaran, dan kerja sama lintas sekolah. Kedua, ia menegaskan pentingnya perlindungan terhadap guru, baik dari segi hukum, kesejahteraan, hingga status guru honorer yang masih memerlukan perhatian khusus. Dan ketiga, Fauzan ingin memastikan bahwa PGRI tak hanya mengurusi internal organisasi, tetapi juga berperan aktif dalam pembangunan pendidikan daerah melalui peningkatan literasi, numerasi, dan karakter siswa.

Namun, pidatonya tak berhenti di situ. Fauzan juga mendengarkan aspirasi akar rumput, kebutuhan akan kantor sekretariat yang layak, rumah singgah bagi guru daerah, program bantuan sosial bagi anggota yang tertimpa musibah, hingga peningkatan kompetensi berkelanjutan. “Banyak harapan yang dititipkan kepada saya,” katanya lirih, “dan saya percaya, tidak ada yang mustahil jika kita bekerja bersama.”

Kepengurusan baru pun resmi diumumkan malam itu. Fauzan akan didampingi oleh Khaidir Rahman, M.Pd sebagai Wakil Ketua I, H. Indra Sabarianto, S.Pd.I., MA sebagai Wakil Ketua II, dan Agus Purwanto, S.Pd sebagai Wakil Ketua III. Posisi Sekretaris diisi oleh Dedi Surahman, M.Pd, sementara bendahara dipegang oleh Hj. Marisa Mona, M.Pd.

Acara pelantikan yang berlangsung khidmat itu menyisakan kesan mendalam bagi setiap peserta. Tidak hanya karena prosesi formalnya, tetapi karena harapan baru yang mulai tumbuh. Sebuah harapan bahwa di bawah komando Fauzan, PGRI Inhil akan menjadi rumah yang semakin kuat bagi para pendidik, tempat mereka berlindung, berkembang, dan berjuang bersama.

Di malam yang penuh makna itu, lahirlah semangat baru. Sebuah janji perubahan yang tidak diucapkan dengan gegap gempita, tetapi dengan niat tulus, kerja nyata, dan kebersamaan.***

Tags

Terkini