INHIL - Pawai takbiran yang digelar untuk menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriyah di Kecamatan Kateman berlangsung meriah. Puluhan gerobak hias dan viar hias yang dihiasi dengan ornamen khas Idul Fitri berkeliling melalui berbagai jalan utama di Kelurahan Bandar Sri Gemilang dan Kelurahan Tagaraja, Kecamatan Kateman.
Acara takbiran keliling ini bukan hanya menjadi ajang untuk merayakan kemenangan, tetapi juga untuk menghidupkan semangat kebersamaan dalam membesarkan asma Allah SWT. Pawai ini membawa kebahagiaan dan semangat umat Islam di daerah tersebut menyambut datangnya hari kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa.
Surau Ar-Raudhah, salah satu tempat ibadah di Kecamatan Kateman, turut memeriahkan malam takbiran keliling dengan ikut serta dalam pawai takbiran. Firdaus, pengurus Surau Ar-Raudhah, menyampaikan bahwa kehadiran mereka dalam pawai ini merupakan bentuk rasa syukur atas selesainya ibadah puasa selama bulan Ramadan.
“Sebagai umat Muslim, kami sangat bersyukur bisa menyelesaikan ibadah puasa dengan baik, dan malam ini kami merayakan hari kemenangan, kemenangan atas perjuangan melawan hawa nafsu. Pawai takbiran ini adalah cara kami mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT,” kata Firdaus.
Tak hanya Surau Ar-Raudhah, berbagai masjid dan surau lainnya juga ikut berpartisipasi dengan menghias gerobak dan kendaraan mereka, membawa takbir dan doa-doa untuk menyambut datangnya Idul Fitri. Pawai takbiran ini menyatukan umat Islam di Kecamatan Kateman dalam semangat kebersamaan dan suka cita.
Suasana malam takbiran di Kecamatan Kateman semakin semarak dengan sorak-sorai anak-anak yang turut serta dalam pawai, serta warga yang berdiri di sepanjang jalan menyaksikan dan memberi dukungan. Pawai ini tidak hanya menjadi acara tradisi yang dinantikan setiap tahun, tetapi juga menjadi momen untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga, mempererat hubungan sosial, dan tentunya, memperkuat iman.
Dengan berakhirnya bulan Ramadan, umat Islam di Kecamatan Kateman kini siap merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan penuh suka cita, serta kembali kepada fitrah yang bersih dan suci. Pawai takbiran ini menjadi simbol dari kebersamaan dan kemenangan umat Islam setelah menjalankan ibadah puasa dengan penuh kesabaran dan ketakwaan.
“Semoga dengan perayaan ini, kita semua bisa lebih baik lagi dalam menjalani kehidupan sehari-hari dan tetap menjaga semangat kebersamaan,” tambah Firdaus.(Fin)