INHIL – Tradisi membangunkan sahur atau yang dikenal dengan sebutan Bagarakan Sahur oleh masyarakat Jalan Parit 8 Pam Barat, Kelurahan Tagaraja, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir, terus dilakukan hingga hari ketujuh Ramadan.
Pantauan Riau Karya pada Jumat (7/3) dini hari menunjukkan bahwa sejumlah pemuda dan anak-anak aktif berkeliling pemukiman serta gang-gang warga sambil membawa alat pentungan, kaleng, dan ember cat untuk membangunkan masyarakat agar bersiap menjalankan sahur.
Ketua Pemuda Parit 8 Pam, Supardi, mengungkapkan bahwa tradisi Bagarakan Sahur ini terlaksana atas inisiatif para pemuda yang ingin mempertahankan budaya membangunkan warga selama Ramadan. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini akan terus berlangsung hingga malam terakhir Ramadan.
"Kegiatan ini merupakan langkah positif dan bentuk kepedulian para pemuda untuk terus melestarikan tradisi Bagarakan Sahur di kampung kita," ujarnya.
Lebih lanjut, Supardi menjelaskan bahwa para pemuda yang bertugas dalam kegiatan ini mengikuti jadwal ronda yang telah ditetapkan setiap tahun.
"Usai ronda malam, kami lanjutkan Bagarakan Sahur. Kegiatan ini sudah terjadwal dengan baik, dan siapa pun yang mendapat giliran bertugas melaksanakannya dengan ikhlas sesuai aturan yang ada. Tujuannya jelas, yaitu membangunkan warga agar tidak melewatkan waktu sahur," tambahnya.
Supardi juga berharap kegiatan positif seperti ini dapat meningkatkan kreativitas pemuda dalam berperan aktif menjaga lingkungan serta menumbuhkan rasa peduli terhadap masyarakat sekitar.(Arifin)