Pemkab Aceh Utara Gelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

Selasa, 01 Oktober 2024 | 13:32:15 WIB

Lhoksukon - Pemkab Aceh Utara menggelar upacara memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Lapangan Upacara Kantor Bupati Aceh Utara, Lhoksukon, pada Selasa (1/10/2024) pagi.

Upacara kali ini dipimpin oleh Plh. Sekda Halidi, S.Sos, MM, yang mewakili Pj. Bupati Aceh Utara, dan diiringi oleh perwira upacara Ananda Afdhal, S.STP. Tema yang diangkat adalah “Bersama Pancasila Kita Wujudkan Indonesia Emas,” diikuti oleh seluruh ASN dan Satpol PP/WH di lingkungan Pemkab Aceh Utara.

Rangkaian upacara dimulai dengan mengheningkan cipta, pembacaan Teks Pancasila, Teks Pembukaan UUD 1945, serta Naskah Ikrar. Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang rutin diadakan setiap tahun ini jatuh pada tanggal 1 Oktober, sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 153 Tahun 1967.

Hari Kesaktian Pancasila adalah hari nasional yang mengenang tujuh pahlawan revolusi yang gugur dalam peristiwa G30S/PKI pada tahun 1965. Peringatan ini bukan hanya mengenang para jenderal yang tewas, tetapi juga sebagai momen refleksi untuk memperkuat nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara.

Nilai-nilai Pancasila seperti kemanusiaan, keadilan sosial, dan persatuan harus selalu dijunjung tinggi untuk mencegah terulangnya tragedi serupa. Dengan memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila, serta mengenang tragedi G30S/PKI, kita dapat memperkuat identitas nasional dan persatuan Indonesia.

Peristiwa G30S PKI terjadi pada malam 30 September hingga 1 Oktober 1965, ketika sekelompok orang yang mengklaim sebagai Gerakan 30 September menculik dan membunuh tujuh jenderal Angkatan Darat:

1. Jenderal Ahmad Yani

 

2. Mayor Jenderal Raden Suprapto

 

3. Mayor Jenderal Mas Tirtodarmo Haryono

 

4. Mayor Jenderal Siswondo Parman

 

5. Brigadir Jenderal Donald Isaac Panjaitan

 

6. Brigadir Jenderal Sutoyo Siswomiharjo

 

7. Lettu Pierre Andreas Tendean

 

Mereka tewas dalam penculikan dan pembantaian dalam upaya kudeta oleh PKI, yang berupaya menggulingkan pemerintahan sah. Jasad para pahlawan kemudian ditemukan di sebuah sumur tua yang dikenal sebagai Lubang Buaya, menyebabkan kekacauan dan ketakutan di seluruh Indonesia.

Setelah peristiwa tersebut, TNI, di bawah komando Mayor Jenderal Soeharto, segera melakukan pengejaran terhadap PKI. Jenazah para pahlawan baru ditemukan pada 4 Oktober 1965 dan dimakamkan dengan upacara yang dipimpin Presiden Soekarno di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Presiden Soekarno menganugerahkan gelar Pahlawan Revolusi kepada korban G30S PKI. Di era Orde Baru, pengibaran bendera setengah tiang pada 30 September sebagai simbol duka, diikuti dengan pengibaran bendera penuh pada 1 Oktober sebagai lambang kemenangan Pancasila terhadap ancaman ideologi komunis. Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pun ditetapkan setiap 1 Oktober.(ZN)

Tags

Terkini