Dewan Inhil Soroti Pembangunan Jalan Subrantas Tembilahan

Kamis, 15 Agustus 2024 | 15:00:00 WIB

Proyek peningkatan ruas jalan HR Soebrantas Tembilahan yang di gesa oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) dan telah selesai malah menimbulkan masalah baru bagi di tengah – tengah masyarakat.

Pekerjaan peningkatan jalan yang seharusnya bertujuan untuk memudahkan masyarakat, pada kenyataannya justru menyusahkan masyarakat dan pengendara sehingga menimbulkan keresahan.

Berdasarkan pantauan Tribun Pekanbaru di lapangan, Kamis (15/8), pekerjaan jalan rigid beton ini dibangun dari simpang empat Telaga Biru hingga di depan Best Cafe Tembilahan atau sepanjang 503 meter.

Rigid beton dengan lebar 6 meter dan ketebalan 25 cm membuat badan jalan menjadi sangat tinggi sehingga menyusahkan dan menutup akses pemilik bangunan dan pedagang yang berjualan di ruko atau kios di sepanjang ruas jalan yang di bangun tersebut.

Kondisi ini diperparah lagi karena tidak diiringi dengan memadatkan dan merapikan (pembereman) badan jalan di kanan-kiri rabat beton sepanjang jalan tersebut.

Pembereman ini bertujuan agar beton yang sudah tercetak awet dan tidak mudah pecah pada bagian pinggirnya serta akan menambah lebar rabat beton.

Pembereman di kanan kiri bahu jalan yang sudah selesai di cor ini dilakukan untuk mengurangi selisih tinggi permukaan cor dengan permukaan tanah, tujuannya agar tidak berbahaya bagi kendaraan yang melintasinya serta mempermudah pemilik bangunan di sepanjang jalan.

Berem atau tanjakan di dua sisi sebagai akses pengendara untuk naik ke jalan beton yang tinggi ini juga tidak ada, untuk sementara pengendara harus meniti papan kayu yang dibuat sementara.

Kondisi ini tentu saja mengancam keselamatan pengendara karena bisa saja terpeleset dan jatuh apabila tidak berhati – hati.

Jalan beton ini juga tidak bisa dilewati oleh kendaraan roda empat karena juga belum cukup waktu untuk dilewati kendaraan bertonase berat.

Anggota DPRD Inhil dan pegawai yang berkantor Gedung DPRD Inhil juga terganggu karena tidak ada bahu jalan.

Tidak hanya sampai disitu, coran beton yang baru saja selesai dikerjakan ini juga sudah terlihat retak – retak di sejumlah bagian, lebih dari 3 retakan yang terpantau di sepanjang jalan beton tersebut.

Keretakan ini di duga terjadi karena kurangnya anggaran sehingga perencanaan yang tidak matang, alhasil lapisan beton hanya menggunakan besi batangan dan tidak menggunakan besi jaring sehingga mempengaruhi ketahanan jalan.

Wakil Ketua DPRD Inhil Edy Gunawan meminta Dinas terkait dalam hal ini DPUTR Inhil untuk mengevaluasi lagi terkait pekerjaan jalan tersebut.

Asun sapaan akrabnya menegaskan, masyarakat banyak dirugikan karena aktifitas masyarakat terganggu, keselamatan pengendara terganggu, apalagi mobil tidak bisa lewat.

“Tidak mungkin begitu saja kan minta tanggungjawab dong, kalau gitukan tidak selesai perencanaan, terkesan mengejar proyek saja itu, dipaksakan proyek itu dikerjakan, itu yang perlu dipertanyakan,” ujar Asun saat dikonfirmasi awak media.

Tags

Terkini