RiauKarya.com - Cristiano Ronaldo tak kuasa menahan tangis setelah timnya, Al Nassr, kalah dari Al Hilal lewat adu penalti pada final Piala Raja Arab Saudi, Sabtu dini hari WIB (1/6/2024). Kekalahan ini memastikan Al Nassr menutup musim tanpa gelar.
Al Hilal keluar sebagai juara dengan skor 5-4, setelah pertandingan di King Abdullah Sports City, Jeddah tersebut berakhir imbang 1-1 hingga babak tambahan waktu.
Adu penalti menjadi penentu juara King Cup Arab Saudi, setelah kedua tim gagal mencetak gol tambahan.
Ronaldo terlihat tertunduk lesu di lapangan dan tak bisa dihibur oleh rekan setim maupun staf pelatih, setelah kekalahan ini.
Peraih lima Ballon d'Or itu akhirnya dibantu berjalan ke luar lapangan meski masih terlihat emosional saat duduk di bangku cadangan, sebelum menerima medali runner-up.
Kekalahan ini melengkapi musim yang kurang memuaskan bagi Ronaldo. Al Nassr hanya mampu finis sebagai runner-up Liga Pro Saudi di bawah Al Hilal dan tersingkir di perempat final Liga Champions Asia.
Sebelumnya, Ronaldo juga sempat diskors karena gerakannya ke arah fans Al Shabab yang meneriakkan nama Lionel Messi, rival lamanya.
Namun, pemain asal Portugal berusia 39 tahun itu tetap menorehkan prestasi individu yang gemilang. Di musim penuh pertamanya di Liga Pro Saudi, Ronaldo sukses mencetak rekor fantastis dengan 35 gol.
Sayangnya, torehan tersebut tak bisa menghindarkan timnya dari kekalahan.
Meski Ronaldo sukses menceploskan bola ke gawang lawan saat adu penalti, upayanya tersebut tak cukup membawa kemenangan. Rekannya, Ali Al Hassan dan Meshari Al Nemer gagal mengkonversi penalti kelima dan keenam jadi gol.
Dalam pertandingan ini, Aleksandar Mitrovic membawa Al Hilal unggul terlebih dahulu pada menit ketujuh. Aiman Yahya kemudian memaksakan pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu lewat golnya di menit ke-88.
Pertandingan diwarnai tiga kartu merah, yaitu David Ospina dari Al Nassr pada menit ke-57, disusul Ali Al-Bulayhi dan Kalidou Koulibaly dari Al Hilal di akhir pertandingan.
Kiper Al Hilal, Yassine Bounou, menjadi pahlawan dengan menepis dua penalti terakhir Al Nassr dan memastikan kemenangan timnya.
Keberhasilan diraih Al Hilal saat bintang asal Brasil, Neymar absen hampir sepanjang musim akibat cedera ligamen lutut anterior dan meniskus yang dialami pada Oktober, tak lama setelah bergabung dari Paris Saint-Germain (PSG).
Meski tak bermain, Neymar tetap hadir di stadion untuk mendukung rekan setimnya.
Al Hilal menutup musim dengan gemilang setelah meraih gelar Piala Raja Arab Saudi, melengkapi dominasi mereka di kancah domestik di bawah asuhan pelatih Jorge Jesus.
Musim ini, Al Hilal berhasil meraih treble gelar: juara Piala Super Saudi, Liga Pro Saudi, dan Piala Raja Arab Saudi. Selain itu, Al Hilal mencapai semifinal Liga Champions Asia dan mencatat rekor kemenangan terpanjang dalam sejarah sepak bola, yakni 34 pertandingan.(*)